Senin, 30 Juni 2014
Softskill Pengetahuan Lingkungn
TUGAS SOFTSKILL KELOMPOK
MATA KULIAH PENGETAHUAN LINGKUNGAN
(Tema: PENCEMARAN LINGKUNGAN AIR AKIBAT LOGAM BERAT TIMBAL (Pb))
Timbal termasuk logam berat “trace metals” karena memiliki berat jenis yang lebih berat dari air. Timbal ini merupakan unsur yang biasa ditemui dalam bebatuan, tanah, tumbuhan maupun hewan. Timbal dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pembuat baterai, produk logam, cat, keramik, dll. Timbal dapat ditemui di berbagai lingkungan, akibatnya timbal dapat memasuki tubuh melalui air, udara maupun makanan. Timbal yang masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai resiko penyakit. Resiko timbal akibat sistem hemopoietik dapat mempengaruhi pematangan normal sel darah merah, memperngaruhi kelangsungan hidup sel darah merah dan menghambat biosintesis hemoglobin. Resiko keracunan timbal juga dapat terjadi pada sistem syaraf manusia. Semakin berbahaya apabila timbal meracuni otak, maka akan berakibat timbul penyakit seperti halusinasi, epilepsi, dan kerusakan otak. Resiko keracunan timbal juga berpengaruh dalam sistem ginjal, sistem kardiovaskular, sistem reproduksi dan endokrin, serta resiko karsinogenik (kerusakan DNA).
Sumber : http://eprints.undip.ac.id/17967/1/SUDARWIN.pdf
Salah satu pencemaran lingkungan yang melibatkan logam berat, salah satunya logam berat timbal (Pb) yaitu Teluk Buyat yang berada di Minahasa, Sulawesi Utara. Limbah tersebut dihasilkan dari lumpur sisa tambang PT Newmont Minahasa Raya (NMR). Logam berat yang ikut mencemari tersebut yaitu Hg (merkuri), As (arsen), Cd (cadmium), Pb (timah) dan emas. Proses tersebut, hanya biji emas yang diambil oleh PT NMR, sedangkan sisa logam berat lainnya dialirkan melalui pipa tiling ke Teluk Buyat. Akhir Juli 1998 warga Buyat terkejut akibat bocornya pipa PT NMR, bocornya pipa tersebut berakibat terhadap kehidupan biota laut dan manusia yang ada disekitarnya. Ancaman limbah logam berat akibat pertambangan yang dibuang ke dasar laut yaitu memberikan dampak buruk bagi biota laut dan ekosistem laut. Perairan Teluk Buyat dalam kurun 1997 – 1999 yaitu dari 5 derajat (8,9%) menjadi 2,2 derajat (3,8%) atau telah mengalami perubahan kemiringan lerengnya. Melihat kemiringan bentang lahan perairan Teluk Buyat menunjukkan bahwa lokasi tidak layak untuk dilewati pipa pembuangan limbahtailing memiliki kriteria kemiringan sebesar 10-20 derajat. Pembuangan limbah tailing ke laut (Sub Marine Tailing Disposal) dimulai di Teluk Buyat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara pada bulan Maret 1996. Ketika pertama kali tailing dialirkan ke kedalaman 82 meter dan jarak 900 meter tepi pantai, beberapa perisitiwa yang merugikan masyarakat setempat terjadi.
Rangkaian peristiwa matinya ikan-ikan terjadi setelah Maret 1996 tailingdialirkan ke laut. Penduduk juga melihat bahwa laut semakin keruh dan ikan-ikan sulit didapat. Nener (benih bandeng) hilang dan ikan tangkapan sejak tahun 1997 tinggal 13 jenis ikan saja (hasil pemetaan partisipatif masyarakat dan Walhi Sulut, 2000). Gejala penyakit yang timbul pada masyarakat Teluk Buyat antara lain: Mual, pusing, sakit kepala yang hebat, persendian sakit, lemah, kram, gemetar, bahkan yang paling mengejutkan adalah munculnya benjolan pada bagian tubuh tertentu. Benjolan dialami oleh banyak warga dewasa termasuk anak-anak. Beberapa perempuan mengalami keguguran berulang-ulang pada usia kehamilan 5-6 bulan, kelahiran anak yang cacat, dan ada beberapa ibu yang menyusui bayinya dengan sebelah payudara saja, Karena yang sebelahnya ada benjolan. Kesehatan reproduksi perempuan secara umum mengalami penurunan kualitas secara drastis.
Bukti bahwa PT NMR melakukan beberapa pelanggaran terkait kasus Teluk Buyat yaitu :
1. Pelanggaran terhadap syarat izin usaha
2. Pelanggaran terhadap izin pengelolaan tailing sebagai limbah B3
3. Pelanggaran atas izin pembuangan limbah tambang ke laut
Penanganan yang seharusnya dilakukan pemerintah yaitu :
1. Kemenkes menentukan jenis penyakit yang diderita oleh warga dan melakukan pengobatan serta pencegahan
2. Memberikan informasi kepada masyarakat secara rutin
3. Menegakan hukum bagi pihak yang melanggar
Sumber : http://setaaja.blogspot.com/2012/03/penyelesaian-kasus-buyat.html
Selasa, 10 Juni 2014
Minggu, 01 Juni 2014
Tugas Ke-2 Sofskill
PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN TINGKAT PENDIDIKAN DI INDONESIA
Document by Google.com
Penduduk adalah orang yang bertempat
tinggal atau menetap disuatu daerah tertentu. Jumlah penduduk di Indonesia
sangat besar. Berdasarkan hasil proyeksi
menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun
mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2000 menjadi 273,2
juta pada tahun 2025. Walaupun demikian, pertumbuhan rata-rata per
tahun penduduk Indonesia selama periode 2000-2025 menunjukkan kecenderungan
terus menurun. Dalam dekade 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah dengan
kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan
2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan
0,92 persen per tahun (kompas.com). Turunnya laju pertumbuhan ini
ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematian, namun penurunan karena
kelahiran lebih cepat daripada penurunan karena kematian. Setiap tahunnya penduduk Indonesia
bertambah empat hingga lima juta jiwa. Itu berarti setiap hari lahir 10.000
bayi.
File by Data stastistik Laju Penduduk Indonesia
Permasalahan pertumbuhan penduduk akan dirasa tidak terlalu
menjadi beban bagi suatu negara apabila SDM bagi suatu negara memiliki tingkat
produktivitas yang tinggi dan berkualitas. Indonesia negara terbesar keempat yang memiliki jumlah
penduduk terbesar setelah China, India dan Amerika, Apabila penulis bandingkan
dengan negara seperti China, China merupakan
negara maju di Asia. Penduduk China tersebar diberbagai negara dan berbagai
produk china juga berhasil menembus pangsa pasar khususnya di Indonesia
sendiri. Amerika dapat dikatakan negara yang memiliki teknologi tercanggih.
Banyak teknologi atau ilmu baru yang lahir di Amerika, seperti penemu brand Apple dan
jejaring social facebook, mereka memiliki kekayaan dari hasil
penemuan
mereka sendiri. Diihat dari pendapatan perkapita Amerika sebesar $49.601
sedangkan China sebesar $8.382, sedangkan Indonesia hanya sekitar $3000
dan itu artinya
berdasarkan contoh kasus di atas, SDM yang dimiliki oleh negara pesaing
tersebut memilliki kualitas yang cukup baik. Pertumbuhan penduduk yang
ideal sebaiknya dibarengi dengan pertumbuhan SDM yang lebih baik pula,
yang menjadi masala pada laju
pertumbuhan penduduk adalah pertumbuhan penduduk yang tidak dibarengi
dengan
peningkatan kualitas SDM di negara tersebut. Kulaitas dari SDM
dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satunya adalah SDM yang
berkualitas berhubungan dengan
tingkat pendidikan seseorang. Menurut laporan pendidikan dunia
pendidikan di
Indonesia merupakan terbesar keempat di dunia, namun sistem pendidikan
yang
dianut adalah yang paling terburuk dari 50 negara. Sudah tidak bisa
dipungkiri lagi bahwa tingkat
pendidikan merupakan suatu tolak ukur bagi kemajuan suatu bangsa.
Permasalahan
ekonomi
juga menjadi faktor utama yang menentukan lamanya tingkat pendidikan
seseorang. Biaya sekolah di Indonesia tergolong mahal dengan kualitas
pendidikan
yang buruk. Sistem sekolah di Indonesia hanya wajib belajar 9 tahun,
seterusnya
seorang anak berhak memilih untuk melanjutkan sekolah atau tidak.
Seorang anak
apabila dirasa sudah cukup untuk bekerja atau sudah mampu bekerja, maka
orang
tua atau kemauan anak tersebut sangat besar untuk bekerja. Pemeintah
sudah
menangani masalah ini dengan diadakan biaya operasional sekolah untuk
masyarakat yang kurang mampu. dan penulis rasa program tersebut cukup
efektif selama
beberapa tahun terkhir ini sudah diterapkan sekolah gratis untuk wilayah
kota besar. Selain itu sistem pendidikan di Indonesia setelah
lulus SMA di Indonesia masih menerima mahasiswa tanpa batasan umur.
Artinya apabila
seseorang ingin melanjutkan kuliah, mereka dapat masuk kapan saja selagi
mereka
mau untuk belajar. Melihat sistem pendidikan yang dimiliki oleh beberapa
negara
maju, mereka tidak menekankan seorang anak untuk menerima materi secara
terus
menerus, melainkan mereka membiarkan seorang anak untuk mengasah
bakatnya sejak
usia dini. Sistem pendidikan di Inggris menerapkan anak usia 5 tahun
wajib
memasuki sekolah dasar hingga 7 tahun tanpa diadakan ujian sehingga sang
anak
tidak ada yang tinggal kelas. Sistem pendidikan di Indonesia apabila
nilai
tidak memenuhi standar kelulusan, maka tidak akan naik kelas dan ini
menghambat
lamanya tingkat pendidikan seseorang. Tingkat pendidikan di Indonesia
juga
mempengaruhi tingkat pengangguran yang terjadi. Banyak pekerjaan yang
melampirkan syarat pendidikan pada lowongan pekerjaan, misal minimal SMA
atau
sederajat. Program wajib sekolah 9 tahun tidak berlaku dalam memenuhi
suatu
lowongan pekerjaan tersebut, akhirnya beberapa orang menganggur karena
tingkat
pendidikan mereka belum memenuhi target. Melihat pemerintahan Indonesia
sekarang,
penulis menyadari bahwa masih minimnya tingkat pendidikan di Indonesia,
terlihat dari tata krama yang dimiliki oleh petinggi Indonesia,
kecerdasan yang
mereka miliki tidak diimbangi dengan sikap yang baik. Pada saat duduk
dibangku
sekolah dasar sangat ditekankan mengenai kejujuran dan toleransi, namu
bisa
dilihat penerapan kejujuran pada sistem pemerintahan Indonesia sekarang.
Documen by Google.com
UNDP mencatat indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada
2012 meningkat sebesar 0,629. Data yang dirilis oleh UNDP pada Senin, 18 Maret
2013, menunjukkan angka IPM Indonesia terus naik dibandingkankan di 2011 sebesar
0,624 dan pada 2010 sebesar 0,620. "Indonesia telah menunjukkan kemajuan
yang kuat dalam setiap indikator IPM dalam beberapa tahun ini," kata
Direktur UNDP untuk Indonesia, Beate Trankman, di kantornya, siang ini. Bahkan,
menurut Trankman, bila dibandingkan data 40 tahun lalu, IPM Indonesia
menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, yaitu naik sebesar 49 persen
atau tumbuh 1,3 persen per tahun. Pada 1980, nilai IPM Indonesia tercatat
sebesar 0,422.
Dengan niai IPM saat ini, kata Trankman, Indonesia menempati urutan ke-121 di seluruh dunia untuk nilai IPM. Ini naik tipis dari tahun sebelumnya yang menempati posisi 124. Trankman mengatakan nilai IPM Indonesia masuk kategori menengah. Peringkat Indonesia tersebut setara dengan negara-negara di Karibia dan Afrika Selatan yang memiliki nilai IPM yang sama (TEMPO.CO, Jakarta - United Nations Development Programme).
Berdasarkan penjabaran dan data yang di dapatkan, penulis hanya ingin memberikan rujukan tentang apa yang terjadi di negara kita selama ini. Bukan ingin membandingkan system pendidikan di negara lain, namun sebaiknya hal ini dijadikan pacuan bagi pemerintah atau diri kita sendiri khususnya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Mari melangkah bersama untuk meperbaiki system pendidikan yang telah bobrok ini. Tingkatkan kualitas SDM di Indonesia dengan adanya kesadaran terhadap pentingnya pendidikan.
Dengan niai IPM saat ini, kata Trankman, Indonesia menempati urutan ke-121 di seluruh dunia untuk nilai IPM. Ini naik tipis dari tahun sebelumnya yang menempati posisi 124. Trankman mengatakan nilai IPM Indonesia masuk kategori menengah. Peringkat Indonesia tersebut setara dengan negara-negara di Karibia dan Afrika Selatan yang memiliki nilai IPM yang sama (TEMPO.CO, Jakarta - United Nations Development Programme).
Berdasarkan penjabaran dan data yang di dapatkan, penulis hanya ingin memberikan rujukan tentang apa yang terjadi di negara kita selama ini. Bukan ingin membandingkan system pendidikan di negara lain, namun sebaiknya hal ini dijadikan pacuan bagi pemerintah atau diri kita sendiri khususnya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Mari melangkah bersama untuk meperbaiki system pendidikan yang telah bobrok ini. Tingkatkan kualitas SDM di Indonesia dengan adanya kesadaran terhadap pentingnya pendidikan.
Referensi :
Datastatistik-Indonesia.com
Kompas.com
Tempo.com
Langganan:
Postingan (Atom)


