Senin, 11 November 2013

Hipotesis Pada Korupsi di Negara Dunia



Korelasi negatif yang signifikan antara moral pajak dan ukuran persepsi korupsi. Peningkatan skala korupsi oleh satu unit meningkatkan pangsa mata pelajaran menunjukkan semangat pajak tertinggi oleh lebih dari 1,7 poin persentase. Variabel korupsi juga tetap kuat setelah termasuk variabel kepercayaan dan kepuasan dengan petugas pajak dan sistem politik. Dengan demikian, berdasarkan hasil ini kita dapat hadir 3 hipotesis, yang tidak dapat ditolak. Jika pembayar pajak melihat bahwa banyak pejabat publik yang korup dan banyak lainnya menghindari pajak, mereka mungkin mendapatkan perasaan bahwa motivasi intrinsik mereka tidak diakui atau dihormati. Wajib Pajak mendapatkan perasaan bahwa mereka dapat juga menjadi oportunis. Mari kita lihat di bawah 3 hipotesis tentang korupsi dan pembayar pajak.

Hipotesis 1:
Kepercayaan warga negara yang lebih luas dalam pemerintahan dan sistem hukum, semakin tinggi motivasi intrinsik mereka untuk membayar pajak.
Tidak hanya kepercayaan mungkin relevan, juga kepuasan dengan proses politik saat ini mungkin juga memiliki dampak positif pada moral pajak. Jika sistem politik bekerja dengan baik dan orang yang puas dengan pejabat publik, motivasi intrinsik mereka untuk membayar kenaikan pajak. Wajib Pajak yang sensitif terhadap cara pemerintah menggunakan pajak. Ada hubungan input-output antara apa yang seseorang membayar dengan pajak dan apa yang datang kembali dari pemerintah. Dengan demikian, kepatuhan pajak individu mungkin dipengaruhi oleh manfaat yang diterima dari pemerintah dalam bentuk barang publik dibandingkan dengan harga yang mereka bayar untuk mereka. Individu mungkin merasa ditipu jika pajak tidak menghabiskan cukup.
Dengan demikian, wajib pajak menganggap hubungan mereka dengan negara tidak hanya sebagai hubungan pemaksaan, tetapi juga sebagai salah satu pertukaran. Wajib Pajak lebih cenderung untuk mematuhi hukum jika pertukaran antara pajak dibayar dan layanan pemerintah yang dilakukan dirasa tidak adil.
Hipotesis 2:
Kepuasan warga negara yang lebih luas dengan pejabat publik dan sistem politik, semakin tinggi motivasi intrinsik mereka untuk membayar pajak.
Transformasi ekonomi sosialis menjadi ekonomi kapitalis adalah salah satu alasan untuk sebuah ledakan korupsi, yang meningkat karena aturan kekurangan hukum dan akuntabilitas pemerintahan. Negara-negara dengan korupsi lebih memiliki pangsa yang lebih tinggi dari ekonomi tidak resmi. Studi empiris sebelumnya telah menemukan bahwa korupsi berhubungan negatif dengan pengeluaran pemerintah untuk pendidikan. Kerawanan hak kekayaan dan korupsi juga mungkin berdampak terhadap moral pajak.
Korupsi merupakan bagian integral dari perekonomian Albania dan memiliki konsekuensi negatif yang memiliki kepercayaan warga kurang dalam otoritas. Dari penelitian sebelumnya di beberapa negara transisi tingkat korupsi melebihi pengeluaran total untuk ilmu pengetahuan, pendidikan, perawatan kesehatan, budaya, dan seni. Dalam beberapa cabang industri kelompok kriminal menghabiskan sampai 50% dari pendapatan mereka untuk menyuap pejabat. Korupsi umumnya merusak moral pajak warga negara, karena mereka merasa frustrasi. Wajib Pajak akan merasa tertipu jika mereka percaya bahwa korupsi tersebar luas dan beban pajak mereka tidak dihabiskan dengan baik. Birokrasi korup tidak akan penghargaan layanan kepada produsen yang paling efisien, tetapi untuk produsen yang menawarkan suap yang lebih besar. Dengan demikian, korupsi mengurangi efisiensi alokasi dan menghasilkan keterlambatan dalam transaksi untuk mendapatkan pembayaran tambahan. Kecenderungan seperti ini mungkin memiliki dampak yang kuat terhadap moral pajak.

Hipotesis 3:
Sebuah ukuran yang lebih tinggi dirasakan orang banyak korupsi keluar semangat publik, yang mengurangi semangat pajak.
Sebuah cara untuk memerangi korupsi akan penciptaan mekanisme, di mana setiap bagiannya akan menjadi skema. Setiap bagiannya harus dalam korelasi dengan pesan mengharapkan untuk melaporkan vulnerably dari pembayar pajak. Pada saat hukum merupakan perusahaan gabungan dengan rutinitas sehari-hari petugas itu perlu pengaturan strategi kontrol untuk setiap perubahan hukum fiskal dan tarif fiskal. Hal ini korelasi dengan hukuman yang harus dimasukkan ke dalam setiap waktu untuk penghindar, yang merupakan lebih tertarik untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan hukum.
Kekuasaan tertinggi dari administrasi pajak harus memotivasi inspektur pajak tertarik pada bonus pajak, seperti gratifikasi yang datang bukan dari toleransi terhadap para pengelak, tetapi sebagai harga yang lebih tinggi untuk pekerjaan mereka dilakukan, atas pajak yang mereka kumpulkan. Mungkin, jika pemeriksa pajak dapat lebih termotivasi untuk kerja yang dilakukan sesuai dengan nilai dari pengumpulan pajak dan denda alam akan optimal dalam maksimalisasi pendapatan pajak. Tips ini akan sangat membantu untuk meminimalkan korupsi dan untuk mencapai maksimalisasi penerimaan pajak, tetapi dengan inspektur pajak caracterized oleh kejujuran dalam pekerjaan mereka.

Jumat, 08 November 2013

Proposal Penelitian Diki Alnastain

JUDUL PERANCANGAN WARUNG INTERNET DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (STUDI KASUS WARUNG INTERNET PRABU.NET)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
         Seiring dengan perkembangan teknologi, realitas kebijakan pemerintah maupun perubahan ekonomi seperti sekarang ini banyak perusahaan sejenis yang harus bersaing secara ketat. Dengan semakin banyak persaingan yang semakin lama semakin komplek dan ketat dalam dunia bisnis, maka perusahaan harus mampu mengatasi mengantisipasi dengan ancaman-ancaman pesaing, menutup kelemahan-kelemahan perusahaan dan memanfaatkan peluang-peluang dengan kekuatan yang ada. Disamping itu juga harus dapat menganalisis industri sebagai salah satu keseluruhan yang dapat mengetahui evolusi masa depan industri, memahami pesaing dan posisinya serta dapat menerjemahkan kedalam strategi yang tepat untuk mengatasi dan memenangkan persaingan.
Bisnis Internet semakin berkembang seiring dengan kemajuan sarana dan prasarana teknologi informasi. Di kota-kota besar warung internet terus tumbuh bak jamur dimusim hujan. Bagi masyarakat perkotaan, kebutuhan informasi instan sudah menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa ditawar lagi mulai dari pendidikan sampai bisnis membutuhkan akses informasi yang cepat dan hal tersebut bisa dipenuhi melalui teknologi internet. Dari anak-anak hingga orang dewasa dan dari kota sampai desa, internet merupakan fenomena di abad baru yang sangat cepat. Karena tingkat kebutuhan yang semakin besar maka pasarpun semakin terbuka luas. Hal ini juga didukung dengan semakin besarnya tingkat kebutuhan masyarakat terutama kalangan remaja terhadap internet sebagai media penghilang kejenuhan setelah beraktifitas sepanjang hari dan sebagai media pencari berbagai informasi.
Warung internet merupakan alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan informasi, dimana dengan adanya warung internet masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah dan cepat. Salah satu usaha warung internet yang telah berdiri di daerah bekasi utara adalah warung internet Prabu.Net. Dengan berjalannya waktu dan dengan semakin banyaknya usaha warung internet sejenis menyebabkan konsumen memiliki banyak pilihan terhadap warung internet yang akan dipilihnya dalam mengakses internet. Untuk menghasilkan warung internet yang kompetiitf perlu dilakukan desain atau perancangan sistem usaha, proses perancangan dimulai dengan identifikasi mengenai keinginan konsumen akan jasa warung internet yang dihasilkan. Dipihak lain kemampuan perusahaan merupakan pembatas dalam memenuhi keinginan pelanggan tersebut sehingga perlu dilakukan penentuan priorotas dalam proses perancangan salah satu usaha jasa warung internet adalah warung internet Prabu. Net, warung internet ini terletak didaerah bekasi utara dimana lokasi pembuatan usaha warung internet Prabu.Net ini terletak didaerah pemukiman warga. Mayoritas pengguna adalah masyarakat sekitar baik dari kalangan pelajar sekolah, mahasiswa, dan penduduk setempat. Warung internet Prabu.Net baru berdiri pada tahun 2009. Fasilitas yang ada pada Warung internet Prabu. Net meliputi lahan parkiran, komputer untuk mengakses internet, Toilet, kipas angin, dan kotak minuman. Suatu perancangan akan produk usaha warung internet diperlukan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen agar warung internet Prabu.Net dapat memenuhi keinginan pelanggan dalam menggunakan warung internet.
Salah satu metode untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen tersebut akan kualitas pelayanan warung internet adalah Quality Funtion Deployment (QFD). Menurut Cohen (1995), QFD (Quality Function Deployment) adalah suatu metode untuk perencanaan dan pengembangan produk yang terstruktur yang memungkinkan team pengembangan untuk menentukan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan jelas, dan kemudian mengevaluasi produk atau melayani dengan kemampuan yang secara sistematik dalam pemenuhan keinginan pelanggan tersebut.

1.2       Identifikasi Masalah
Persaingan merupakan suatu faktor penting dalam suatu pembuatan produk dalam hal ini produk jasa warung internet, dimana produk yang dapat bersaing dengan produk sejenis merupakan produk yang berkualitas baik dan sesuai dengan keinginan konsumen. Identifikasi kebutuhan konsumen meupakan salah satu faktor penting dalam melakukan perancangan desain produk, dimana metode Quality Function Deployment (QFD) merupakan metode yang dapat mengidentifikasikan kebutuhan konsumen akan produk yang dihasilkan. Dalam usaha warung internet banyak faktor yang mempengaruhi warung internet tersebut sesuai dengan kebutuhan konsumen atau tidak. Faktor tersebut akan menentukan warung internet yang dihasilkan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen.

1.3       Pembatasan Masalah
Agar tidak menyimpang dari pemasalahan yang ada maka penulis alan membatasi ruang lingkup penelitian ini sebagai berikut :
1.      Penelitian dilakukan terhadap pengguna warung internet Prabu.Net yang telah mengunakan warung internet sejenis dan juga pengembang warung internet Prabu.Net.
2. Data keinginan pelanggan didapatkan berdasarkan penyebaran kuisioner yang dilakukan oleh peneliti kepada konsumen dan pengembang warung internet Prabu.Net.
3. Perancangan usaha warung internet Duta dilakukan dengan metode Quality Function Deployment (QFD, dimana perancangan dilakukan dengan melakukan Identifikasi keinginan pelanggan yang merupakan fase awal (fase desain) dalam metode QFD. Penentuaan keinginan mengunakan matriks rumah kualitas pertama (House Of Quality 1) dalam metode QFD.

1.4       Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi keinginan pelanggan dan karakteristik teknis produk untuk usaha warung internet Prabu.Net.
2. Menentukan tingkat prioritas pelanggan berdasarkan bobot kepentingan pada karakteristik atribut produk yang dimiliki warung internet Prabu.Net sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
3. Menentukan posisi kualitas produk warung internet Prabu.Net dibandingkan kompetitornya.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Sejarah dan definisi QFD

QFD dikembangkan di Jepang dalam akhir tahun 1960 oleh Profesor Shigeru Mizuno dan Yoji Akao. Pada waktu itu, pengendalian kualitas statistik, yangdiperkenalkan setelah perang dunia ke II, telah berakar dalam industri manufakturing Jepang, dan aktivitasnya dengan cepat diintegrasikan dengan pengajar dari tokoh pendidikan seperti Dr. Juran, Dr. Kaoru Ishikawa, dan Dr. Feigenbaum yang menekankan pentingnya pembuatan pengendalian kualitas sebuah part dari manajemen bisnis, yang akhirnya dikenal sebagai TQC dan TQM. Tujuan dari Profesor Mizuno dan Akao adalah untuk mengembangkan suatu metode jaminan kualitas yang akan mendisain kepuasan konsumen ke dalam sebuah produk sebelum dibuat. Prioritas metode pengendalian kualitas adalah dicapainya tujuan utama pada perbaikan masalah selama atau setelah proses manifakturing. Aplikasi dalam skala luas pertama kali ditunjukkan pada tahun 1966 oleh Kiyotaka Oshiumi of Bridgestone Tire di Jepang, yang menggunakan diagram tulang ikan dalam menjamin proses terhadap item untuk mengidentifikasi keperluan masing-masing pelanggan (efek) dan untuk mengidentifikasi penggantian disain dari karakteristik kualitas dan faktor proses (penyebab) dibutuhkan untuk mengontrol dan menjaminnya, (Cohen, 1995).
Dalam tahun 1972, dengan aplikasi dari QFD untuk mendisain kapal tangki minyak di galangan kapal Kobe pada Industri berat mitsubishi, diagram tulang ikan susah dikembangkan. Sejak pengaruh bagian penyebab yang banyak tersebut, tulang ikan dapat digubah lagi ke dalam suatu lembaran kertas atau format matrik denganbaris sebagai pengaruh keinginan dari kepuasaan konsumen dan kolom sebagai pengontrol dan penyebab tindakan .Dalam waktu yang sama, Katsuyoshi ishirara memperkenalkan pemakai prinsip nilai enjinering untuk menggambarkan bagaimana suatu produk dan komponen bekerja. Dia memperluas ini untuk menggambarkan fungsi bisnis yang penting untuk meyakinkan kualitas dari pendisainan prosesnya. Menggabungkan dengan ide baru ini, QFD akhirnya menjadi sistem desain kualitas yang luas untuk produk dan proses bisnis.Pengenalan QFD ke Amerika dan Eropa dimulai pada tahun 1983 ketika the American society for quality control mempublikasikan Akao’s bekerja dalam Quality progress and Cambridge research ( hari ini dikenal sebagai Kaizen institute)mengundang Akao untuk memberikan seminar QFD di Chicago. Seminar inidisponsori oleh Bob king dan GOAL / QPC di Boston (Cohen, 1995).
QFD (Quality Function Deployment) adalah suatu metode untuk perencanaan dan pengembangan produk yang terstruktur yang memungkinkan team pengembangan untuk menentukan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan jelas, dan kemudian mengevaluasi produk atau melayani dengan kemampuan yang secara sistematik dalam pemenuhan keinginan pelanggan tersebut, (Cohen, 1995). Quality function deployment merupakan suatu tindakan untuk mendesain proses terhadap tanggapan kebutuhan dan harapan pelanggan. QFD menterjemahkan apa yang menjadi keinginan konsumen. Hal ini memungkinkan organisasi/perusahaan untuk memperioritaskan kebutuhan pelanggan, menemukan tanggapan inovatif atas kebutuhan tersebut, dan meningkatkan proses sehingga tercapai efektivitas maksimum. 

2.2       Manfaat QFD
Menurut Cohen (1995), manfaat utama yang diperoleh dari penerapan QFD yaitu:
1. Rancangan produk dan jasa baru fokus pada kebutuhan pelanggan karena kebutuhan pelanggan tersebut sudah lebih dipahami.
2. Kegiatan desain dapat lebih diutamakan dan dipusatkan pada kebutuhan pelangggan.
3. Dapat menganalisis kinerja produk/jasa perusahaan terhadap pesaing utama dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan utama pula.
4. Dapat memfokuskan pada upaya rancangan sehingga akan mengurangi waktu untuk perubahan rancangan secara keseluruhan sehingga akan mengurangi waktu pemasaran produk baru.
5. Dapat mengurangi frekuensi perubahan suatu desain setelah dikeluarkan dengan memfokuskan pada tahap perencanaan sehingga akan mengurangi biaya untuk memperkenalkan desain baru.
6. Dapat mendorong terselenggaranya tim kerja antar departemen.
7. Dapat menyediakan cara untuk membuat dokumentasi proses dan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan.

2.3       LAPORAN
Laporan pelaksanaan penelitian Tugas Akhir akan disusun dalam bentuk laporan tertulis selama kegiatan tersebut berlangsung. Laporan akan dibuat setiap minggunya dan akan dinilai oleh dosen pembimbing.



2.4       DIAGRAM ALIR PENELITIAN
Diagram alir penelitian merupakan aliran penelitian yang akan dilakukan penulis unuk membuat tugas akhir ini, berikut ini adalah diagram alir penelitian yang digunakan. Penjelasan Diagram alir Penelitian Identifikasi, merupakan tahapan awal penentuan masalah yang akan dibahas dimana masalah yang dihadapi adalah mendesain suatu fasilitas fisik warung internet sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Desain dilakukan dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) dengan mengidetifikasikan kebutuhan terhadap usaha jasa warung internet sesuai dengan keinginan pelanggan. Dalam melakukan indentifikasi masalah ditunjang dengan adanya tinjauan teoritis baik tentang metode quality function deployment maupun tentang usaha jasa warung internet.
Setelah tahapan identifikasi masalah yang ditunjang dengan adanya inajuan teoritis, maka langkah selajutnya adalah penentuan tujuan, dimana tujuan penelitian ini secara umum adalah mendesain usaha jasa warung internet Duta sesuai kebutuhan konsumen, sedangkan tujuan penelitian secara khusus adalah :
1. Mengidentifikasi keinginan pelanggan dan karakteristik eknis untuk warung internet Prabu.Net
2. Menentukan tingkat prioritas pelanggan berdasarkan bobot kepentingan pada karakteristik yang dimiliki warung internet Prabu.Net sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
3. Menentukan posisi warung internet Prabu.Net dibandingkan kompetitornya
Tahapan selanjutnya adalah tahapan penelitian pendahuluan, dimana pada tahapa ini terdiri dari 2 kegiatan yakni penentuan jumlah sampel pada penelitian pendahuluan dan penyusunan kuisioner pendahuluan. Pada penentuan jumlah sample teknik yang digunakan adalah non probability sampling. Sedangkan metode yang digunakannya yaitu judgement sampling dimana penarikan sampel ini didasarkan hanya kepada responden yang telah menggunakan jasa warung internet Duta, dimana keputusan sampel yang diambil ini didasarkan oleh kebijakan peneliti. Jumlah sampel yang diambil didasarkan pada teknik penarikan contoh pendugaan karena jumlah populasi yang ada tidak diketahui dan tidak ada penelitian yang sama sebelumnya. Tingkat ketelitian yang digunakan adalah 10% dengan tingkat kepercayaan sebesar 90%, Pada tahapan penyusunan dan penyebaran kuisioner penelitian utama dilakukan terhadap 2 jenis responden yanki konsumen pengguna jasa warung internet dan pengembang jasa warung internet Prabu.Net. Dimana pada responden pengguna warung internet, terdapat 2 bagian kuisioner yakni utnuk mengetahui hubungan antara variabel teknis dan atribut, untuk mengetahui tingkat kepentingan (Bobot) dari tiap kebutuhan konsumen dan untuk mengetahui posisi warung internet Prabu.Net dibandingkan dengan kompetitor pesaingnya. Sedangkan untuk responden pengembang warung jasa internet Prabu.Net dilakukan dengan memberikan kuisioner dan wawancara, dimana pada tahapan ini akan diketahui kondisi usaha jasa warung internet Prabu.Net saat ini dan target yang ingin dicapai, tingkat kesulitan pemenuhan karakteristik teknis usaha jasa warung internet Prabu.Net dan penilaian karakteristik usaha jasa warung internet Prabu.Net dengan warung internet pesaingnya.
Setelah dilakukan penyusunan kuisioner penelitian utama, langkah selanjutnya adalah melakukan penyebaran kuisioner penelitian utama, jika data telah didapatkan dari penelitian utama makan dapat ketahapan selanjutnya, tetapi jika tidak maka kembali melakukan penyebaran kusioner penelitian kembali
Tahapan selanjutnya adalah uji validitas dan realibilitas terhadap jawaban kuisioner yang didapatkan. Uji validitas bertujuan untuk mengukur sejauh mana kusioner ini dapat mengukur apa yang diukur, sedangkan uji realibillitas bertujuan untuk menunjukkan sejauh mana jawaban dari kuisioner tersebut konsisten pada waktu yang berbeda. Kedua pengujian ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS 10.0 for windows.
Apabila pengujian dilakukan telah selesai dan data hasil jawaban valid dan realible, maka dapat ke tahap selanjutnya, tetapi jika tidak maka kembali melakukan penyebaran kuisioner penelitian. Setelah data-data terkumpul maka langkah selanjutnya adalah pengolahan data dengan mengunakan metode QFD, dimana data yang telah didapatkan berupa karakteristik atribut maupun teknis dari jasa warung internet Prabu.Net, tingkat prioritas kepentingan dalam pertimbangan memilih jasa warung internet Prabu.Net dan psosisi warung internet Prabu.Net dibandingkan kompetitor warung internet pesaing. Sedangkan data yang didapatkan yang berasal dari pengembang warung internet Prabu.Net adalah kondisi usaha jasa warung internet Prabu.Net saat ini dan target yang ingin dicapai, tingkat kesulitan pemenuhan karakteristik teknis jasa usaha warung internet Prabu.Net dan usaha jasa warung internet Prabu.Net dengan warung internet pesaingnya.
Setelah data didapatkan baik dari penelitian pendahuluan maupun penelitian utama. Langkah pengolahan data selanjutnya adalah pembentukan rumah kualitas, dimana rumah kualitas terdapat suara konsumen (whats), kebutuhan teknis (hows), dan importance rating (rata-rata tingkat kepentingan). Pada langkah pertama dalam penyusunan rumah kualitas adalah pembenukan submatriks ruang 1 (whats), dimana dalam ruang ini mengandung atribut, atribut Warung Internet yang dibuuhkan konsumen beserta tingkat kepentingannya.Langkah kedua adalah pembentukan submatriks ruang II (hows), dimana pada ruang ini berisi karateristik teknis yang merupakan penterjemahan dari kebutuhan konsumen agar produk dapat dibentuk secara langsung. Dimana penetuan karateristik teknis ini berdasarkan para ahli dan literature yang ada.
Setelah karakterisik teknis dan atribut telah didapatkan maka langkah selanjutnya adalah penentuan submartiks hubungan (relationship), dimana pada ruang ini dilakukan pembentukan hubungan antara variabel atribut dan variabel teknis, dimana hubungan yang terjadi adalah kuat, sedang dan lemah yang diterjemahkan kedalam simbol dan angka. Langkah selanjutnya adalah pembentukan sub matriks korelasi, dimana pada ruang ini dilakukan pembentukan hubungan, baik antar variabel teknis hows (top roof), maupun antar variabel atribut what (side roof). Setelah diketahui hubungan antar semua variabel yang ada, maka langkah selanjutnya adalah menentukan posisi produk yang dihasilkan dengan produk pesaing, dimana posisi produk dengan produk pesaing ditentukan berdasarkan tingkat kepuasan pengguna jasa warung internet. Langkah terakhir adalah penentuan target yang ingin dicapai dan yang harus diperbaiki berdasarkan karakteristik teknis yang telah ada berdasrkan wawancara dan kuisioner dengan pengembang jasa warung internet Prabu.Net.
Setelah dilakukan pembuatan rumah kualitas maka tahapan selanjutnya adalah melakukan analisa terhadap hasil pengolahan data yang telah didapatkan, dimana analisa bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi pengelola warung internet dalam hal ini pembuatan usaha jasa warung internet sesuai dengan kebutuhan konsumen berdasarkan target yang ingin dicapai oleh pengembang jasa warung internet. Setelah dilakukan analisa terhadap masalah yang ada, maka didapat kesimpulan yang akan menjawab tujuan dari penelitian, serta saran-saran untuk peningkatan usaha jasa warung internet Prabu.Net.



Daftar Pustaka:
www.google.com
www.staff.UNY.ac.id

www.wikipedia.com

Jumat, 18 Oktober 2013

Perkembagan Pasar Modal

Perkembangan Pasar Modal di Indonesia Bidang Manufaktur


1.1        Latar Belakang Masalah
Dalam Perkembangannya dunia usaha semakin lama semakin ketat. Setiap perusahaan dituntut untuk selalu mampu melakukan inovasi dalam setiap tindakan usahanya agar dapat terus berkembang dan maju. Perkembangan industri manufaktur memicu perkembangan sektor industri jasa dan perdagangan, perkembangan industri yang pesat membawa implikasi pada persaingan antar perusahaan dalam industri. Perusahaan dituntut untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kinerja usahanya agar tetap mampu bertahan dalam masa krisis maupun persaingan yang semakin ketat. Untuk memicu perkembangan tersebut, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur melakukan penambahan modal dengan menjual surat berharga perusahaan kepada pihak luar perusahaan. Penjualan surat berharga tidak bisa disembarang tempat, hanya bisa dijual di pasar modal. Pasar modal seperti halnya pengertian pasar dalam ilmu ekonomi adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Pasar modal di Indonesia dinamakan Bursa Efek. Sebelumnya terdapat 2 bursa efek di Indonesia yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Namun kedua bursa efek itu melebur menjadi satu dengan nama baru, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI). Di BEI yang diperjualbelikan adalah surat berharga atau sekuritas seperti saham, obligasi dan lain-lainnya. Jadi pasar modal adalah suatu tempat bertemunya penjual sekuritas atau surat berharga dengan pembeli sekuritas atau surat berharga, dimana saham adalah surat berharga yang paling populer diantara surat berharga lainnya di pasar modal karena bila dibandingkan investasi lainnya saham memungkinkan investor untuk mendapatkan return atau keuntungan yang lebih besar dalam waktu yang relatif singkat (high return) meskipun saham juga memiliki sifat high risk yaitu suatu ketika harga saham dapat juga merosot secara cepat. Jadi saham tersebut memiliki karakteristik high risk and high return. Investor dapat berupa perorangan maupun kelembagaan atau perusahaan yang menyisihkan kelebihan dananya dengan maksud tujuan mencapai usaha yang lebih produktif. Sedangkan emiten adalah perusahaan yang memerlukan tambahan dana untuk keperluan usahanya dengan cara mencatatkan diri di pasar modal dan menerbitkan saham. Salah satu faktor utama yang menjadi daya tarik investor untuk membeli suatu saham tertentu adalah dengan adanya peningkatan harga saham dimasa yang akan datang dan adanya pembagian deviden diakhir tahun. Tetapi umumnya investor secara awam akan menganggap sama saja apakah itu hasil deviden atau keuntungan modal. Ia akan memperoleh keuntungan yang besar apabila saham yang ia beli harganya semakin meningkat dari tahun ke tahun berikutnya. Kinerja keuangan tetap harus dipertimbangkan oleh investor sebelum memutuskan membeli atau menjual saham. Motif mendasar pemodal membeli saham adalah menjual saham itu pada harga yang lebih tinggi. Harga saham yang bersedia dibayar oleh pemodal mencerminkan arus kas bersih yang diharapkan setelah memperhitungkan waktu dan risiko investasi. Pembicaraan mengenai harga saham juga menyangkut perkiraan prestasi perusahaan di masa depan. Prestasi perusahaan dapat dinilai dari besarnya kinerja keuangan selama periode tertentu. Kinerja keuangan perusahaan dengan analisis fundamental yang bisa diamati dari laporan keuangan yang dikeluarkan secara periodik. Oleh karena itu kinerja keuangan dapat digunakan sebagai input untuk mengukur perubahan harga saham. Untuk itu penulis akan mencoba menguraikan masalah tentang “Risiko Sistematik Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur di BEI”.

1.2 Batasan Masalah
Industri manufaktur memiliki 3 sektor yaitu Basic and Chemical (Industri Dasar dan Kimia), Miscellaneous (Aneka Industri), dan Customer Goods (Industri Makanan dan Minuman). Dari 3 sektor tersebut terdapat 147 perusahaan. Maka dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria pemilihan sample adalah.
a. Perusahaan telah mempublikasikan laporan keuangannya secara kontinyu selama tahun 2004-2008 di Bursa Efek Indonesia.
b. Perusahaan yang diteliti merupakan perusahaan manufaktur (pengolahan).
c. Kerangka populasi dan sampel yang diambil memiliki karakteristik produk yang homogen untuk setiap industri.
d. Perusahaan yang diambil sebagai sampel dalam setiap industri adalah 10 dari data perusahaan yang digunakan sebagai proxy industri.
Adapun untuk mempermudah penelitian yang akan dilakukan oleh penulis, disamping kriteria di atas, penulis juga membatasi penelitiannya dengan hanya mengambil 10 perusahaan yang termasuk dalam bidang manufaktur di BEI tercatat mulai tahun 2004 hingga 2008.

1.3 Perumusan Masalah
a. Apakah faktor–faktor fundamental (Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Book Value (BV), Dividend Payout Ratio (DPR), Debt Equity Ratio (DER), Required Rate Of Return (r) dan risiko sistematik (beta) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga pasar saham pada perusahaan manufaktur?
b. Apakah faktor–faktor fundamental (ROA, ROE, Book Value, DPR, DER, r) dan risiko sistematik (beta) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur?

1.4 Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pengaruh faktor–faktor fundamental (ROA, ROE, Book Value, DPR, DER, r) dan risiko sistematik (beta) secara parsial dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang go publik 
b. Untuk mengetahui pengaruh faktor–faktor fundamental (ROA, ROE, Book Value, DPR, DER, r) dan risiko sistematik (beta) secara simultan dan signifikan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang go publik.

1.5 Manfaat Penelitian
Dengan terkumpulnya informasi tentang kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang go publik di Indonesia serta harga sahamnya, maka penelitian ini bermanfaat untuk:
a. Memberikan input yang bermanfaat bagi perusahaan dan pemodal yang ingin menentukan cost of capital atau cost of money untuk investasi pada pemisahaan yang berbeda dengan melihat kinerja keuangan perusahaan.
b. Membantu investor dalam hal perhitungan proyeksi harga saham pada masa yang akan datang dengan melihat faktor–faktor fundamental (ROA, ROE, Book Value, DPR, DER, r) dan risiko sistematik (beta) perusahaan. 
c. Memberikan informasi tambahan yang bermanfaat untuk umum dalam melihat bagaimanakah kinerja keuangan perusahaan go publik yang bergerak di bidang manufaktur yang ada di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

1.6 Metode Penelitian
Dalam menyusun tugas akhir ini, penulis mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu metode yang berusaha mengumpulkan fakta-fakta pada perusahaan. Kemudian diolah menjadi data untuk disajikan dan selanjutnya diadakan analisis, sehingga pada akhirnya dapat diambil suatu kesimpulan.



Daftar Pustaka: 
      www.google.com
      www.elerning.gunadarma.ac.id

    

Selasa, 25 Juni 2013

Tugas_UU Perindustrian


UU PERINDUSTRIAN


Undang undang perindustrian mengatur beberapa macam hal yang berhubungan dengan peridustrian. UU nomer 5 tahun 1984 didalamnya tertulis jelas mengenai aturan-aturan tenatang perindustrian. Didialam undang-undang ini juga di jelaskan mengenai berbagai istilah dalam industri. Berikut adalah penjelasan istilah-istilah yang berhubgungan dengan bidang industri
1.     Perindustrian adalah tatanan dan segala kegiatan yang bertalian dengan kegiatan industri.
2.     Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
3.     Kelompok industri adalah bagian-bagian utama kegiatan industri, yakni kelompok industri hulu atau juga disebut kelompok industri dasar, kelompok industri hilir, dan kelompok industri kecil.
4.     Cabang industri adalah bagian suatu kelompok industri yang mempunyai ciri umum yang sama dalam proses produksi.
5.     Jenis industri adalah bagian suatu cabang industri yang mempunyai ciri khusus yang sama dan hasilnya bersifat akhir dalam proses produksi.
6.     Bidang usaha industri adalah lapangan kegiatan yang bersangkutan dengan cabang industri atau jenis industri.
7.     Perusahaan industri adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang usaha industri.
8.     Bahan mentah adalah semua bahan yang didapat dari sumber daya alam dan/atau yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjut.
9.     Bahan baku industri adalah bahan mentah yang diolah atau tidak diolah yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dalam industri.
10.   Barang setengah jadi adalah bahan mentah atau bahan baku yang telah mengalami satu atau beberapa tahap proses industri yang dapat diproses lebih lanjut menjadi barang jadi.
11.   Barang jadi adalah barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk konsumsi akhir ataupun siap pakai sebagai alat produksi.
12.   Teknologi industri adalah cara proses pengolahan yang diterapkan dalam industri.
13.   Teknologi yang tepat guna adalah teknologi yang tepat dan berguna bagi suatu proses untuk menghasilkan nilai tambah.
14.   Rancang bangun industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan pendirian industri/pabrik secara keseturuhan atau bagian-bagiannya.
15.   Perekayasaan industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perancangan dan pembuatan mesin/peralatan pabrik dan peralatan industri lainnya.
16.   Standar industri adalah ketentuan-ketentuan terhadap hasil produksi industri yang di satu segi menyangkut bentuk, ukuran, komposisi, mutu, dan lain-lain serta di segi lain menyangkut cara mengolah, cara menggambar, cara menguji dan lain-lain.
17.   Standarisasi industri adalah penyeragaman dan penerapan dari standar industri.
18.   Tatanan industri adalah tertib susunan dan pengaturan dalam arti seluas-luasnya bagi industri

STUDI KASUS Tentang UU Perindustrian
Pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) jenis "Celebes dan Radja`s" ternyata tidak mengantongi izin usaha industri. "Hasil penyidikan dilakukan kepolisian, pabrik tersebut tidak memiliki izin usaha industri yang dikeluarkan instansi terkait’, kata Kapolda Sulut Brigjen Bekto Suprapto, kepada wartawan, Kamis di Manado terkait penanganan kasus tewasnya dua mahasiswa di Manado yang diduga akibat mengkonsumsi miras tersebut.
Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bella mengatakan, hasil penyidikan kepolisian, kedua jenis miras tersebut mengandung metanol yang membahayakan bagi tubuh manusia. Kedua jenis miras tersebut diproduksi PT Sumber Jaya Makmur, dan produk Radja`s merupakan minuman beralkohol golongan B dengan kadar 14,5% sementara Celebes minuman beralkohol golongan C dengan kadar 25,1%. 
Dalam penanganan kasus ini, kepolisian telah menetapkan seorang tersangka yakni ML alias Maria yang merupakan pemilik pabrik miras jenis "Celebes dan Raja"s tersebut. Tersangka itu dapat diancam pasal 353 KUHP junto Undang-undang Kesehatan serta Undang-Undang Perdagangan.
Sebelumnya, dua mahasiswa salah sebuah perguruan tinggi di Manado, masing-masing AT alias Astri dan RS alias Rocky tewas diduga setelah mengkonsumsi miras tersebut di "Marcopolo kafe" dan "Java kafe". Selain itu terdapat dua orang lainnya mengalami gejala kebutaan serta delapan orang mengalami gangguan kesehatan seperti mual-mual dan pusing sehingga harus mendapatkan perawatan intensif dari dokter.
Menurut UU RI No. 05 Tahun 1984 Bab V tentang Izin Usaha Industri Pasal 13 ayat 1 berbunyi, “Setiap pendirian perusahaan industri baru maupun setiap perluasannya wajib memperoleh Izin Usaha Industri”. PT. Sumber Jaya Makmur tersebut jelas telah melanggar undang-undang perindustrian. Sanksi terhadap pelanggaran oleh perusahaan tersebut sebagaimana tertulis dalam UU RI No. 05 Tahun 1984 pasal 24 ayat 1, yaitu Barang siapa dengan sengaja melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1) dan Pasal 14 ayat (1) dipidana penjara selama-lamanya 5 (lima) tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) dengan hukuman tambahan pencabutan Izin Usaha Industrinya.

Tanggapan:
Berdasarkan studi kasus tersebut bahwa barang yang dijual memang merupakan barang yang dilarang oleh pemerintah oleh sebab itu pemilik tidak mungkin mau mengurus izin yang hanya membuka rahasia dari perdagangan tersebut. Jikalau memang mendapatkan izin namun ormas-ormas yang mengetahui hal terbut tidak akan tinggal diam saja maka dari itu. Seharusnya polisi bergerak lebih cepat agar pabrik tersebut tidak sempat untuk memasarkan barangnya sehingga mahasiswa di manado tidak akan teracuni oleh miras tersebut. Jika polisi memang tidak dapat bertindak cepat maka seharusnya polisi mampu berkordinasi dengan warga untuk membantu memacahkan kasus ini.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Paten