Minggu, 07 Desember 2014
KEWIRAUSAHAAN
PERENCANAAN ORGANISASI
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu. Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi. Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan : a. Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan. b. Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional Koontz O’Donnel menyatakan maksud perencanaan adalah : “untuk melancarkan pencapaian usaha dan tujuan” Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manjemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada pencapian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Setiap sumber daya organisasional mewakili suatu investasi darimana sistem manajemen harus dapat pengembaliannya. Pengorganisasian yang sesuai dari sumber daya-sumber daya tersebut akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari penggunaanya. Henry Fayol telah mengembangkan 16 garis pedoman umum yang bisa digunakakn ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, yaitu : 1. Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana. 2. Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut. 3. Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun. 4. Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha. 5. Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat. 6. Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal. 7. Mendefinisikan tugas-tugas. 8. Mendorong inisiatif dan tanggung jawab. 9. Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan. 10. Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan. 11. Mempertahankan disiplin. 12. Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi. 13. Mengakui adanya satu komando. 14. Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan. 15. Melembagakan dan memberlakukan pengawsan. 16. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja. Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja Keuntungan : 1. Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat 2. Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain 3. Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien 4. Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk Kerugian : 1. Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia 2. Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang jika : 1. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi 2. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah 3. Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung 4. Rantai komando yang lengkap 5. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai 6. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional 7. Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.
Sumber: http://muhamadf.blogspot.com/2014/01/pengertian-perencanaan-organisasi.html
Senin, 20 Oktober 2014
KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan dalam Pendidikan, Sebuah Keharusan!
Membaca judul di atas, pikiran kita langsung tertuju pada uang karena ada kata “kewirausahaan”. Kata “Usaha” dalam kata kewirausahaan akhir-akhir ini hampir selalu diidentikkan dengan bisnis, menghasilkan uang. Dalam beberapa tahun terakhir, istilah kewirausahaan telah menjadi tren bagi masyarakat, termasuk di kalangan siswa dan mahasiswa. Kewirausahaan dipahami sebagai cara cerdas untuk berusaha mandiri (berbisnis sendiri) untuk mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang sebanyak-banyaknya. Ini definisi sederhana dan (mungkin sempit) bagi sebagian awam, termasuk saya selama ini.
Lalu dengan pengertian sempit itu, kewirausahaan dalam pendidikan dipahami sebagai upaya mandiri tentang bagaimana menghasilkan uang dengan modal pendidikan atau memperoleh aneka keuntungan bersifat materi melalui jalur pendidikan. Wah, ini sudah isyarat bagi komersialisasi pendidikan dunk? Ups, tenang dulu. Kewirausahaan yang dimaksud jangan dipahami seperti itu. Kata orang bijak dari kampung saya: “please define something before you talk about it”. Jelaskan terlebih dahulu definisi tentang sesuatu baru bicara panjang lebar tentang sesuatu itu. Dengan begitu, saya akan mendudukkan dulu seputar “kewirausahaan” agar kita semua sepemikiran dan pembahasan tidak mengarah kepada definisi yang pertama pada paragraf di atas.
Apa itu “kewirausahaan”? Dari berbagai rujukan yang saya baca, sumber dari dalam dan luar negeri, kewirausahaan tidak harus diartikan sebagai upaya mandiri yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan materi, non materi juga termasuk. Bahkan tidak hanya berbicara masalah profit (keuntungan saja) namun juga mencakup hal-hal lain yang bersifat non-profit. Misal, kalau mau mencari jodoh, nah itu bisa saja termasuk kategori kewirausahaan ya! (ngawur dah, tapi ada benarnya juga tuh, itu kewirausahaan dalam ranah jodoh, hehe).
Sebenarnya kewirausahaan itu definisinya sangat kompleks, masing-masing pakar mendefinisikan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Seorang pakar di bidang ekonomi mungkin akan sedikit berbeda pendapat dengan pakar di bidang pendidikan ketika menjelaskan makna detil kewirausahaan. Akan tetapi kita dapat mencari titik temu meskipun sangat terlalu umum, menurut yang saya pahami kewirausahaan itu adalah sebuah proses yang sistematis untuk menerjemahkan ide atau gagasan yang inovatif, kreatif, produktif, dan berdaya respon tinggi ke dalam bentuk kebijakan, aturan-aturan, serta metode untuk mencapai tujuan yang diharapkan secara baik dan sempurna. Sebagai luaran dari proses sistematis tersebut adalah terbentuknya sebuah organisasi mapan yang bergerak untuk memenuhi definisi kewirausahaan di atas. Kewirausahaan dalam pendidikan secara sederhana dapat kita permudah pengertiannya yaitu sebuah proses yang sistematis dalam menerjemahkan ide kreatif dan inovatif ke dalam proses pendidikan secara berkelanjutan, bersifat produktif dan mampu merespon setiap perubahan yang terjadi.
Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan pendidikan itu sangat kompleks. Tujuan pendidikan (setidaknya) dapat kita bagi ke dalam tiga ranah yaitu tujuan pendidikan yang bersifat kognitif, afektif, dan psikomotorik. Seluruh proses sistematis di dalam pendidikan harus menuju kepada suatu tujuan yaitu tujuan pendidikan yang diesbutkan tadi. Sebagai pendidik yang memiliki karakter wirausaha yang kokoh, ia akan melakukan proses pembelajaran dengan sempurna agar memiliki daya pikat yang tinggi serta mampu memenuhi tuntutan perubahan zaman.
Dari pemaparan di atas, semakin jelas bagi kita bahwa kewirausahaan di dalam pendidikan bukanlah semata-mata berhubungan dengan uang. Kata kunci yang harus kita camkan di dalam kewirausahaan pendidikan adalah sistematis, kreatif, inovatif, produktif, dan responsif menuju tercapainya tujuan pendidikan. Kata kunci tersebut adalah modal utama berwirausaha, baik komersil maupun non komersil, baik profit maupun non profit. Sistematis dapat dipahami sebagai proses tersistem, memiliki perangkat organisasi yang jelas, ada kepemimpinan dengan visi dan misi yang terang di dalamnya. Kreatif adalah tentang upaya mengadakan sesuatu yang baru, inovatif adalah upaya membarukan sesuatu dengan cara kreatif, produktif ialah terus menerus bekerja dan menghasilkan hal-hal yang kreatif dan inovatif, sedangkan yang dimaksud dengan responsif adalah kemampuan untuk selalu adaptif terhadap tuntutan perubahan zaman.
Konsep tentang kewirausahaan di dalam pendidikan sebenarnya bukanlah suatu yang baru. Jika seorang pendidik ‘mau berpikir dan bertindak nyata’ atas suatu masalah yang sedang terjadi di dalam proses pembelajaran yang dipimpinnya, kemudian mencari solusi atas masalah tersebut, nah ini juga sudah termasuk dalam kajian kewirausahaan. Hanya saja, syarat solusi yang ditawarkan harus memenuhi unsur sistematis, kreatif, inovatif, produktif, responsif. Misalkan, belajar kimia itu membosankan dan rumit, ini masalah bagi peserta didik dan tentu juga sebagai masalah bagi pendidiknya. Semangat kewirausahaan harus ada di sini, pendidik mencari cara kreatif agar pembelajaran kimia tadi tidak membosankan dan terkesan mudah bagi para peserta didik.
Persoalan kreasi sang pendidik tidak diatur sedemikian detil di dalam kurikulum, maka dibutuhkan pendidik yang kreatif. Hal ini juga berarti bahwa seorang pendidik harus memiliki jiwa wirausaha jika ingin menjadi pendidik yang sukses dan inspiratif. Selama pendidik tidak berjiwa wirausaha, maka selama itu pula proses pembelajaran yang dilakukannya akan terasa hampa, monoton, miskin kreasi, dan akhirnya pembalajaran hanya tetap dipandang sebagai kegiatan menyiksa diri, menyiksa otak, badan, dan jiwa. Jika tidak, maka berwirausahalah wahai para pengabdi pendidikan!
Minggu, 19 Oktober 2014
KEWIRAUSAHAAN
KEWIRAUSAHAAN berasal dari bahasa Perancis, yaitu Entrepreneurship yang artinya between taker. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif, kreatif, berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya, ada juga yang mengatakan bahwa Kewirausahaan adalah sikap, jiwa, dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bemilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Wirausaha dari segi etimologi berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, berbuat sesuatu. Sedangkan Wirausahawan menurut Joseph Schumpeter (1934) adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk : (1) memperkenalkan produk baru, (2) memperkenalkan metode produksi baru, (3) membuka pasar yang baru (new market), (4) memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Berikut adalah pendapat para ahli mengenai kewirausahaan: • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Achmad Sanusi, 1994). • Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan. (Zimmerer, 1996). • Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth). (Soeharto Prawiro, 1997) Tiga jenis perilaku wirausaha yaitu: 1) Wirausaha yang memiliki inisiatif 2) Wirausaha yang mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu 3) Menerima resiko atau kegagalan Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa. Karakteristik menurut Mc Clelland: 1) Keinginan untuk berprestasi 2) Keinginan untuk bertanggung jawab 3) Preferensi kepada resiko-resiko menengah 4) Persepsi kepada kemungkinan berhasil 5) Rangsangan oleh umpan balik 6) Aktivitas energik 7) Orientasi ke masa depan 8) Keterampilan dalam pengorganisasian 9) Sikap terhadap uang Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi : 1) Kemampuan inovatif 2) Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity) 3) Keinginan untuk berprestasi 4) Kemampuan perencanaan realistis 5) Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan 6) Obyektivitas 7) Tanggung jawab pribadi 8) Kemampuan beradaptasi 9) Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu: a. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch) n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut. b. Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi) Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. c. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow) Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut. Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru, yaitu: a. Kebutuhan akan sumber penemuan. b. Hobi atau kesenangan pribadi. c. Mengamati kecenderungan-kecenderungan. d. Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada. e. Kegunaan lain dari barang-barang biasa. f. Pemanfaat produk dari perusahaan lain. Unsur-unsur analisa pulang pokok yaitu: 1) Biaya tetap 2) Biaya variabel 3) Biaya total 4) Pendapatan total 5) Keuntungan 6) Kerugian 7) Titik pulang pokok Analisa pulang pokok merupakan suatu teknik untuk menentukan volume penjualan yang harus dicapai, agar tercapai posisi impas atau pulang pokok (perusahaan tidak mendapat laba tapi juga tidak menderita rugi). Serta menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Berikut adalah unsur – unsur analisa pulang pokok beserta penjelasannya, yaitu: • Biaya tetap Biaya minimal yang harus dikeluarkan oleh suatu perusahaan agar dapat memproduksi barang atau jasa. • Biaya variabel Biaya yang besar kecilnya tergantung dari sedikit atau banyaknya produk dan jasa yang akan dihasilkan. Semakin besar produk yang ingin dihasilkan, biaya tidak tetap akan semakin tinggi dan sebaliknya. • Biaya total Jumlah keseluruhan dari biaya tetap dan biaya tidak tetap. • Pendapatan total Seluruh pendapatan yang diperoleh dari jumlah barang yang terjual pada saat tingkat harga tertentu. • Keuntungan Kondisi dimana harga penjualan lebih besar daripada harga pembelian. Dapat diartikan seperti: untung = harga penjualan > harga pembelian. • Kerugian Kondisi dimana harga penjualan lebih kecil daripada harga pembelian. Dapat diartikan seperti: Rugi = harga penjualan < harga pembelian. • Titik pulang pokok Suatu kondisi dimana total pendapatan sama besarnya dengan total biaya sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian atau sebagai titik dimana total margin kontribusi sama dengan total biaya tetap. MACAM-MACAM BENTUK KEPEMILIKAN PERUSAHAAN Bentuk-bentuk perusahaan yang umum digunakan para pelaku bisnis di Indonesia adalah; 1. Perusahaan Perorangan (U.D.) 2. Firma (Fa) 3. Perseroan Komanditer (C.V.) 4. Perseroan Terbatas (P.T.) 1. PERUSAHAAN PERORANGAN (U.D.) Dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktivitas perusahaan. Tidak ada pemisahan modal antara kekayaan pribadi dan kekayaan perusahaan. Kebaikan : Pemilik bebas mengambil keputusan Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan Rahasia perusahaan terjamin Pemilik lebih giat berusaha Keburukan : Tanggungjawab pemilik tidak terbatas Sumber keuangan perusahaan terbatas Kelangsungan hidup perusahaan kurang terjamin Seluruh aktivitas manajemen dilakukan sendiri, sehingga pengelolaan manajemen menjadi kompleks 2. FIRMA (Fa) Persekutuan antara dua orang atau lebih dengan bersama untuk melaksanakan usaha, umumnya dibentuk oleh orang-orang yang memiliki Keahlian sama atau seprofesi dengan tanggungjawab masing-masing anggota tidak terbatas, laba ataupun kerugian akan ditanggung bersama. Kebaikan : Kemampuan manajemen lebih besar, karena ada pembagian kerja diantara para anggota Pendiriannya relatif mudah, baik dengan Akta atau tidak memerlukan Akta Pendirian Kebutuhan modal lebih mudah terpenuhi Keburukan : Tanggungjawab pemilik tidak terbatas Kerugian yang disebabkan oleh seorang anggota, harus ditangung bersama anggota lainnya Kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu 3. PERSEROAN KOMANDITER (C.V.) Bentuk Badan Usaha CV adalah bentuk perusahaan kedua setelah PT yang paling banyak digunakan para pelaku bisnis untuk menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Namun tidak semua bidang usaha dapat dijalankan Perseroan Komanditer (CV), hal ini mengingat adanya beberapa bidang usaha tertentu yang diatur secara khusus dan hanya dapat dilakukan oleh badan usaha Perseroan Terbatas (PT). Perseroan Komanditer adalah bentuk perjanjian kerjasama berusaha bersama antara 2 (dua) orang atau lebih, dengan AKTA OTENTIK sebagai AKTA PENDIRIAN yang dibuat dihadapan NOTARIS yang berwenang. Para pendiri perseroan komanditer terdiri dari PESERO AKTIF dan PERSERO PASIF yang membedakan adalah tanggungjawabnya dalam perseroan. Persero Aktif yaitu orang yang aktif menjalankan dan mengelola perusahaan termasuk bertanggung jawab secara penuh atas kekayaan pribadinya. Persero Pasif yaitu orang yang hanya bertanggung jawab sebatas uang yang disetor saja kedalam perusahaan tanpa melibatkan harta dan kekayaan peribadinya. Kebaikan : Kemampuan manajemen lebih besar Proses pendirianya relatif mudah Modal yang dikumpulkan bisa lebih besar Mudah memperoleh kredit Keburukan : Sebagian sekutu yang menjadi Persero Aktif memiliki tanggung tidak terbatas Sulit menarik kembali modal Kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu 4. PERSEROAN TERBATAS (P.T.) Bentuk badan usaha PT adalah bentuk perusahaan yang paling populer dalam bisnis dan paling banyak digunakan oleh para pelaku bisnis di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usaha diberbagai bidang. Selain memiliki landasan hukum yang jelas seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang PERSEROAN TERBATAS bentuk PT ini juga dirasakan lebih menjaga keamanan para pemegang saham atau pemilik modal dalam berusaha. Kebaikan : Pemegang saham bertanggungjawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan Mudah mendapatkan tambahan dana/modal misalnya dengan mengeluarkan saham baru Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin Terdapat efesiensi pengelolaan sumber dana dan efesiensi pimpinan, karena pimpinan dapat diganti sewaktu-waktu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Kepengurusan perseroan memiliki tanggung jawab yang jelas kepada pemilik atau pemegang saham. Diatur dengan jelas oleh undang-undang perseroan terbatas serta peraturan lain yang mengikat dan melindungi kegiatan perusahaan Keburukan : Merupakan subjek pajak tersendiri dan deviden yang diterima pemegang saham akan dikenakan pajak Kurang terjamin rahasia perusahaan, karena semua kegiatan harus dilaporkan kepada pemegang saham Proses pendiriannya membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang lebih besar dari CV Proses Pembubaran, Perubahan Anggaran Dasar, Penggabungan dan Pengambilalihan perseroan membutuhkan waktu dan biaya serta persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). PENGADAAN SUMBER DAYA MANUSIA Pengadaan adalah upaya prses untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan guna mencapai tujuan organisasi. Proses ini dimulai ketika para pelamar dicari dan berakhir ketika lamaran-lamaran mereka diserahkan/ dikumpulkan. Tujuan pengadaan adalah Menerima pelamar sebanyak-banyaknyasesuai dengan kualifikasi kebutuhan perusahaan dari berbagai sumber, sehingga memungkinkan akan terjaring calon karyawan dengan kualitas tertinggi dari yang terbaik. A. Kegiatan Pengadaan Tenaga Kerja Perencanaan tenaga kerja adalah langkah –langkah tertentu yang diambil oleh manajemen guna lebih menjamin bahwa bagi organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan, jabatan dan pekerjaan yang tepat dan pada waktu yang tepat kesemuanya dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran yang telah dan akan ditetapkan. Perencanaan tenaga kerja(Sumber Daya Manusia), mencakup : 1) Berapa banyak karyawan yang dibutuhkan ? 2) Kapankah karyawan akan dibutuhkan? 3) PKK spesifik apakah yang dibutuhkan? 4) Tujuan keragaman yang harus dipenuhi? 1.Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja. Menentukan kebutuhan tenaga kerja dimaksudkan agar jumlah kebutuhan tenaga kerja masa kini dan masa depan sesuai dengan beban pekerjaan, kekosongan-kekosongan dapat dihindarkan dan semua perkerjaan dapat dikerjakan. Menentukan kebutuhan tenaga kerja haruslah menentukan jumlah masing-masing jenis karyawan yang diperlukan. Dengan cara melakukan peramalan/proyeksi terhadap kebutuhan perusahaan untuk suatu periode tertentu. Tujuan penarikan tenaga kerja adalah untuk mempertemukan perusahaan dengan para pelamar yang potensial. Ada 2 cara pendekatan peramalan kebutuhan tenaga kerja, yaitu : 1) Analisa beban kerja (work load analysis) Adalah penentuan jumlah karyawan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu beban kerja tertentu atau menentukan beban kerja ke dalam man hours (beban kerja per orang per jam kerja). 2) Analisa kebutuhan tenaga kerja (work force analysis) Adalah menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan kebutuhan kerja 2. Penarikan Tenaga Kerja Penarikan tenaga kerja adalah usaha mencari dan mempengaruhi tenaga kerja agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ada dalam suatu perusahaan. Proses penarikan tenaga kerja yang baik adalah sebagai berikut : 1) Penentuan dasar penarikan Dasar pemikiran penarikan berpedoman kepada spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan untuk menduduki jabatan tersebut. Job specification harus diuraikan secara terperinci dan jelas agar para pelamar mengetahui kualifikasi yang ditentukan oleh lowongan kerja tersebut. 2) Penentuan sumber –sumber penarikan Setelah diketahui spesifikasi pekerjaan karyawan yang dibutuhkan, harus ditentukan sumber-sumber penarikan calon karyawan. Sumber penarikan calon karyawan berasal dari internal dan eksternal perusahaan. B. Tanggung jawab organisasional 1. Staf SDM dan manajer operasional Keputusan perekrutan menentukan tidak hanya jenis dan jumlah pelama, tetapi juga seberapa sulit dan berhasilnya usaha-usaha perekrutan tersebut. Selama periode pengurangan perekrutan, menerapkan rencana jangka panjang berarti juga menjaga hubungan dengan sumber-sumber perekrutan di luar untuk memelihara penglihatan, selain memelihara jalur perekrutan karyawan dan organisasi. Aktivitas ini memungkinkan manajemen mencocokkan aktivitas perekrutan dengan rencana-rencana orgasional dan SDM. 2. Keberadaan dan citra perekrutan Keberadaan perekrutan dipandang sebagai sebuah pemberi kerja dengan pekerjaan yang tersedia yang sedang mencari kandidat yang memenuhi syarat, dapat menambah citra positif perekrutan. Citra pengrekrutan satu faktor yang berkaitan dengan perekrutan adalah gamabr sebuah citra positif dari pemberi kerja. Merek pekerjaan (jabatan pekerjaan) dari oerganisasi dilihat baik oleh karyawan dan orang luar adalah sesuatu yang sanat penting untuk menarik perhatian para pelamar dan mempertahankan karyawan, yang juga dapat menggambarkan organisasi secara positif atau negatif kepada orang lain. Citra perekrutan dari sebuah industri dan pemberi kerja dapat secara signifikan memengaruhi apakah individu akan mempertimbangkan perusahaan dan mengajukan lamaran. 3. Pekatihan para perekrut Pelatihan dilakukan karena untuk mengetahui jenis –jenis tindakan yang melanggar peraturan EEO dan bagaimana untuk bersikap sensitif pada masalah keragaman para pelamar. C. Keputusan perekrutan strategi 1. Berbasis organisasi versus pengontrakan 2. Kepegawaian tetap versus fleksibel 3. Pertimbangan-pertimbangan EEO/keragaman 4. Pilihan-pilihan sumber daya rekrut. SELEKSI Seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang diterima atau ditolak untuk menjadi karyawan Cara Seleksi 1. Non ilmiah Adalah Seleksi yang dilaksanakan tidak didasarkan kepada standart atau sfesifikasi jabatan, hanya didasarkan kepada prakiraan dan pengalaman. Unsur-unsur yang diseleksi, meliputi : a. Surat lamaran bermatrai atau tidak b. Ijazah sekolah dan daftar nilainya. c. Surat keterangan pekerjaan dan pengalaman d. Referansi atau rekomondasi dari pihak yang dapat dipercaya e. Wawancara langsung dengna pelamar bersangkutan f. Penampilan dan keadaan fisik g. Keturunan dari pelamar bersangkutan h. Tulisan pelamar. Seleksi non nominal kurang dapat dipertanggung jawabkan karena sering memperoleh karyawan bar yang tidak cakap menyelesaikan pekerjaannya, bahkan menimbulkan kesulitan-kesulitan bagi perusahaan. 2. Ilmiah Adalah mengadakan analisis cermat tentang unsur yang akan diseleksi sehingga akan diperoleh karyawan yang kompeten. Metode-metode ilmiah didasarkan pada : a. Metode karya yang jelas dan sistematis b. Berorientasi pada prestasi kerja c. Berorentasi pada kebutuhan rill karyawan d. Berdasarkan kepada job analysis dan ilmu sosial lainnya e. Berpedoman kepada undang-undang perburuhan. C. Langkah – Langkah Seleksi Langkah – langkah seleksi melipiti hal-hal sebagai berikut. 1. Seleksi surat lamaran Meilih surat-surat lamaran dan mengelompokkan atas surat lamaran yang memenuhi syarat dan surat lamaran yang tidak memenuhi syarat. 2. Pengisian bianko lamaran Formulir ini memuat rincian data yang komplet dari pelamar, seperti orang tua, pengalaman kerja, dan gaji yang dimintakan. Formulir ini digunakan sebagai salah satu alat referensi pelamar bersangkutan. 3. Pemeriksaan referensi Meneliti siapa referansi pelamar, dipercaya atau tidak untuk memberikan informasi mengenai sifat, perilaku, pengalaman kerja, dan hal-hal lain yang dianggap penting dari pelamar. 4. Wawancara pendahuluan Berarti tanya jawab dengan maksud memperoleh data atau informasi lebih mendalam secara langsung dari pelamar.cara wawancara dikenal denga cara unstructured interview ( wawancara secara bebas tanpa ada persiapan pertanyaan yang akan ditanyakan), structured interview ( wawancara yang pertannyaannya telah dipersiapkan sehingga wawancara lebih rendah dan cepat), dan mixed interview (kombinasi dari free interview dengan guided interview).
Sumber:
http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-kewirausahaan-menurut-ahli/ http://gabrielamarcelina.wordpress.com/2012/10/30/tugas-softskill-kewirausahaan-1/
http://tiyaminozz.wordpress.com/2014/04/22/kewirausahaan/ http://suksestugas.blogspot.com/2014/03/macam-macam-bentuk-kepemilikan.html http://indryafrodita.blogspot.com/2013/04/pengadaan-sumber-daya-manusia.html
Senin, 30 Juni 2014
Softskill Pengetahuan Lingkungn
TUGAS SOFTSKILL KELOMPOK
MATA KULIAH PENGETAHUAN LINGKUNGAN
(Tema: PENCEMARAN LINGKUNGAN AIR AKIBAT LOGAM BERAT TIMBAL (Pb))
Timbal termasuk logam berat “trace metals” karena memiliki berat jenis yang lebih berat dari air. Timbal ini merupakan unsur yang biasa ditemui dalam bebatuan, tanah, tumbuhan maupun hewan. Timbal dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pembuat baterai, produk logam, cat, keramik, dll. Timbal dapat ditemui di berbagai lingkungan, akibatnya timbal dapat memasuki tubuh melalui air, udara maupun makanan. Timbal yang masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai resiko penyakit. Resiko timbal akibat sistem hemopoietik dapat mempengaruhi pematangan normal sel darah merah, memperngaruhi kelangsungan hidup sel darah merah dan menghambat biosintesis hemoglobin. Resiko keracunan timbal juga dapat terjadi pada sistem syaraf manusia. Semakin berbahaya apabila timbal meracuni otak, maka akan berakibat timbul penyakit seperti halusinasi, epilepsi, dan kerusakan otak. Resiko keracunan timbal juga berpengaruh dalam sistem ginjal, sistem kardiovaskular, sistem reproduksi dan endokrin, serta resiko karsinogenik (kerusakan DNA).
Sumber : http://eprints.undip.ac.id/17967/1/SUDARWIN.pdf
Salah satu pencemaran lingkungan yang melibatkan logam berat, salah satunya logam berat timbal (Pb) yaitu Teluk Buyat yang berada di Minahasa, Sulawesi Utara. Limbah tersebut dihasilkan dari lumpur sisa tambang PT Newmont Minahasa Raya (NMR). Logam berat yang ikut mencemari tersebut yaitu Hg (merkuri), As (arsen), Cd (cadmium), Pb (timah) dan emas. Proses tersebut, hanya biji emas yang diambil oleh PT NMR, sedangkan sisa logam berat lainnya dialirkan melalui pipa tiling ke Teluk Buyat. Akhir Juli 1998 warga Buyat terkejut akibat bocornya pipa PT NMR, bocornya pipa tersebut berakibat terhadap kehidupan biota laut dan manusia yang ada disekitarnya. Ancaman limbah logam berat akibat pertambangan yang dibuang ke dasar laut yaitu memberikan dampak buruk bagi biota laut dan ekosistem laut. Perairan Teluk Buyat dalam kurun 1997 – 1999 yaitu dari 5 derajat (8,9%) menjadi 2,2 derajat (3,8%) atau telah mengalami perubahan kemiringan lerengnya. Melihat kemiringan bentang lahan perairan Teluk Buyat menunjukkan bahwa lokasi tidak layak untuk dilewati pipa pembuangan limbahtailing memiliki kriteria kemiringan sebesar 10-20 derajat. Pembuangan limbah tailing ke laut (Sub Marine Tailing Disposal) dimulai di Teluk Buyat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara pada bulan Maret 1996. Ketika pertama kali tailing dialirkan ke kedalaman 82 meter dan jarak 900 meter tepi pantai, beberapa perisitiwa yang merugikan masyarakat setempat terjadi.
Rangkaian peristiwa matinya ikan-ikan terjadi setelah Maret 1996 tailingdialirkan ke laut. Penduduk juga melihat bahwa laut semakin keruh dan ikan-ikan sulit didapat. Nener (benih bandeng) hilang dan ikan tangkapan sejak tahun 1997 tinggal 13 jenis ikan saja (hasil pemetaan partisipatif masyarakat dan Walhi Sulut, 2000). Gejala penyakit yang timbul pada masyarakat Teluk Buyat antara lain: Mual, pusing, sakit kepala yang hebat, persendian sakit, lemah, kram, gemetar, bahkan yang paling mengejutkan adalah munculnya benjolan pada bagian tubuh tertentu. Benjolan dialami oleh banyak warga dewasa termasuk anak-anak. Beberapa perempuan mengalami keguguran berulang-ulang pada usia kehamilan 5-6 bulan, kelahiran anak yang cacat, dan ada beberapa ibu yang menyusui bayinya dengan sebelah payudara saja, Karena yang sebelahnya ada benjolan. Kesehatan reproduksi perempuan secara umum mengalami penurunan kualitas secara drastis.
Bukti bahwa PT NMR melakukan beberapa pelanggaran terkait kasus Teluk Buyat yaitu :
1. Pelanggaran terhadap syarat izin usaha
2. Pelanggaran terhadap izin pengelolaan tailing sebagai limbah B3
3. Pelanggaran atas izin pembuangan limbah tambang ke laut
Penanganan yang seharusnya dilakukan pemerintah yaitu :
1. Kemenkes menentukan jenis penyakit yang diderita oleh warga dan melakukan pengobatan serta pencegahan
2. Memberikan informasi kepada masyarakat secara rutin
3. Menegakan hukum bagi pihak yang melanggar
Sumber : http://setaaja.blogspot.com/2012/03/penyelesaian-kasus-buyat.html
Selasa, 10 Juni 2014
Minggu, 01 Juni 2014
Tugas Ke-2 Sofskill
PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN TINGKAT PENDIDIKAN DI INDONESIA
Document by Google.com
Penduduk adalah orang yang bertempat
tinggal atau menetap disuatu daerah tertentu. Jumlah penduduk di Indonesia
sangat besar. Berdasarkan hasil proyeksi
menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun
mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2000 menjadi 273,2
juta pada tahun 2025. Walaupun demikian, pertumbuhan rata-rata per
tahun penduduk Indonesia selama periode 2000-2025 menunjukkan kecenderungan
terus menurun. Dalam dekade 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah dengan
kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan
2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan
0,92 persen per tahun (kompas.com). Turunnya laju pertumbuhan ini
ditentukan oleh turunnya tingkat kelahiran dan kematian, namun penurunan karena
kelahiran lebih cepat daripada penurunan karena kematian. Setiap tahunnya penduduk Indonesia
bertambah empat hingga lima juta jiwa. Itu berarti setiap hari lahir 10.000
bayi.
File by Data stastistik Laju Penduduk Indonesia
Permasalahan pertumbuhan penduduk akan dirasa tidak terlalu
menjadi beban bagi suatu negara apabila SDM bagi suatu negara memiliki tingkat
produktivitas yang tinggi dan berkualitas. Indonesia negara terbesar keempat yang memiliki jumlah
penduduk terbesar setelah China, India dan Amerika, Apabila penulis bandingkan
dengan negara seperti China, China merupakan
negara maju di Asia. Penduduk China tersebar diberbagai negara dan berbagai
produk china juga berhasil menembus pangsa pasar khususnya di Indonesia
sendiri. Amerika dapat dikatakan negara yang memiliki teknologi tercanggih.
Banyak teknologi atau ilmu baru yang lahir di Amerika, seperti penemu brand Apple dan
jejaring social facebook, mereka memiliki kekayaan dari hasil
penemuan
mereka sendiri. Diihat dari pendapatan perkapita Amerika sebesar $49.601
sedangkan China sebesar $8.382, sedangkan Indonesia hanya sekitar $3000
dan itu artinya
berdasarkan contoh kasus di atas, SDM yang dimiliki oleh negara pesaing
tersebut memilliki kualitas yang cukup baik. Pertumbuhan penduduk yang
ideal sebaiknya dibarengi dengan pertumbuhan SDM yang lebih baik pula,
yang menjadi masala pada laju
pertumbuhan penduduk adalah pertumbuhan penduduk yang tidak dibarengi
dengan
peningkatan kualitas SDM di negara tersebut. Kulaitas dari SDM
dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satunya adalah SDM yang
berkualitas berhubungan dengan
tingkat pendidikan seseorang. Menurut laporan pendidikan dunia
pendidikan di
Indonesia merupakan terbesar keempat di dunia, namun sistem pendidikan
yang
dianut adalah yang paling terburuk dari 50 negara. Sudah tidak bisa
dipungkiri lagi bahwa tingkat
pendidikan merupakan suatu tolak ukur bagi kemajuan suatu bangsa.
Permasalahan
ekonomi
juga menjadi faktor utama yang menentukan lamanya tingkat pendidikan
seseorang. Biaya sekolah di Indonesia tergolong mahal dengan kualitas
pendidikan
yang buruk. Sistem sekolah di Indonesia hanya wajib belajar 9 tahun,
seterusnya
seorang anak berhak memilih untuk melanjutkan sekolah atau tidak.
Seorang anak
apabila dirasa sudah cukup untuk bekerja atau sudah mampu bekerja, maka
orang
tua atau kemauan anak tersebut sangat besar untuk bekerja. Pemeintah
sudah
menangani masalah ini dengan diadakan biaya operasional sekolah untuk
masyarakat yang kurang mampu. dan penulis rasa program tersebut cukup
efektif selama
beberapa tahun terkhir ini sudah diterapkan sekolah gratis untuk wilayah
kota besar. Selain itu sistem pendidikan di Indonesia setelah
lulus SMA di Indonesia masih menerima mahasiswa tanpa batasan umur.
Artinya apabila
seseorang ingin melanjutkan kuliah, mereka dapat masuk kapan saja selagi
mereka
mau untuk belajar. Melihat sistem pendidikan yang dimiliki oleh beberapa
negara
maju, mereka tidak menekankan seorang anak untuk menerima materi secara
terus
menerus, melainkan mereka membiarkan seorang anak untuk mengasah
bakatnya sejak
usia dini. Sistem pendidikan di Inggris menerapkan anak usia 5 tahun
wajib
memasuki sekolah dasar hingga 7 tahun tanpa diadakan ujian sehingga sang
anak
tidak ada yang tinggal kelas. Sistem pendidikan di Indonesia apabila
nilai
tidak memenuhi standar kelulusan, maka tidak akan naik kelas dan ini
menghambat
lamanya tingkat pendidikan seseorang. Tingkat pendidikan di Indonesia
juga
mempengaruhi tingkat pengangguran yang terjadi. Banyak pekerjaan yang
melampirkan syarat pendidikan pada lowongan pekerjaan, misal minimal SMA
atau
sederajat. Program wajib sekolah 9 tahun tidak berlaku dalam memenuhi
suatu
lowongan pekerjaan tersebut, akhirnya beberapa orang menganggur karena
tingkat
pendidikan mereka belum memenuhi target. Melihat pemerintahan Indonesia
sekarang,
penulis menyadari bahwa masih minimnya tingkat pendidikan di Indonesia,
terlihat dari tata krama yang dimiliki oleh petinggi Indonesia,
kecerdasan yang
mereka miliki tidak diimbangi dengan sikap yang baik. Pada saat duduk
dibangku
sekolah dasar sangat ditekankan mengenai kejujuran dan toleransi, namu
bisa
dilihat penerapan kejujuran pada sistem pemerintahan Indonesia sekarang.
Documen by Google.com
UNDP mencatat indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada
2012 meningkat sebesar 0,629. Data yang dirilis oleh UNDP pada Senin, 18 Maret
2013, menunjukkan angka IPM Indonesia terus naik dibandingkankan di 2011 sebesar
0,624 dan pada 2010 sebesar 0,620. "Indonesia telah menunjukkan kemajuan
yang kuat dalam setiap indikator IPM dalam beberapa tahun ini," kata
Direktur UNDP untuk Indonesia, Beate Trankman, di kantornya, siang ini. Bahkan,
menurut Trankman, bila dibandingkan data 40 tahun lalu, IPM Indonesia
menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, yaitu naik sebesar 49 persen
atau tumbuh 1,3 persen per tahun. Pada 1980, nilai IPM Indonesia tercatat
sebesar 0,422.
Dengan niai IPM saat ini, kata Trankman, Indonesia menempati urutan ke-121 di seluruh dunia untuk nilai IPM. Ini naik tipis dari tahun sebelumnya yang menempati posisi 124. Trankman mengatakan nilai IPM Indonesia masuk kategori menengah. Peringkat Indonesia tersebut setara dengan negara-negara di Karibia dan Afrika Selatan yang memiliki nilai IPM yang sama (TEMPO.CO, Jakarta - United Nations Development Programme).
Berdasarkan penjabaran dan data yang di dapatkan, penulis hanya ingin memberikan rujukan tentang apa yang terjadi di negara kita selama ini. Bukan ingin membandingkan system pendidikan di negara lain, namun sebaiknya hal ini dijadikan pacuan bagi pemerintah atau diri kita sendiri khususnya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Mari melangkah bersama untuk meperbaiki system pendidikan yang telah bobrok ini. Tingkatkan kualitas SDM di Indonesia dengan adanya kesadaran terhadap pentingnya pendidikan.
Dengan niai IPM saat ini, kata Trankman, Indonesia menempati urutan ke-121 di seluruh dunia untuk nilai IPM. Ini naik tipis dari tahun sebelumnya yang menempati posisi 124. Trankman mengatakan nilai IPM Indonesia masuk kategori menengah. Peringkat Indonesia tersebut setara dengan negara-negara di Karibia dan Afrika Selatan yang memiliki nilai IPM yang sama (TEMPO.CO, Jakarta - United Nations Development Programme).
Berdasarkan penjabaran dan data yang di dapatkan, penulis hanya ingin memberikan rujukan tentang apa yang terjadi di negara kita selama ini. Bukan ingin membandingkan system pendidikan di negara lain, namun sebaiknya hal ini dijadikan pacuan bagi pemerintah atau diri kita sendiri khususnya untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Mari melangkah bersama untuk meperbaiki system pendidikan yang telah bobrok ini. Tingkatkan kualitas SDM di Indonesia dengan adanya kesadaran terhadap pentingnya pendidikan.
Referensi :
Datastatistik-Indonesia.com
Kompas.com
Tempo.com
Jumat, 02 Mei 2014
Tugas ke-2 artikel Pertumbuhan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman
TUGAS
SOFTSKILL
ARTIKEL:
PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN

Disusun Oleh :
Kelompok : VIII (Delapan)
Nama / NPM : Diki
Alnastain / 32411082
Febri Ramadani / 38411417
Ichsan Saputro / 33411449
Kelas : 3ID05
Mata Kuliah : Pengetahuan Lingkungan
Dosen : Dian Kemala Putri
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2014
ARTIKEL
“PERTUMBUHAN
PENDUDUK DAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN”
Seiring
dengan perkembangan zaman, penduduk di seluruh dunia mengalami perkembangan
yang sangat pesat. Termasuk penduduk di Indonesia. Sebagai manusia, memiliki
keturunan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari eksistensi kita. Namun,
tanpa kita sadari memiliki keturunan dalam jumlah tidak terkendali, dapat
menjadi ancaman terbesar bagi kelangsungan eksistensi bagi manusia itu sendiri
dalam mencapai kehidupan yang lebih makmur dan sejahtera.
Melihat
perannya, penduduk suatu negara dapat berperan sebagai objek dan subjek
pembangunan. Sebagai objek, artinya penduduk merupakan faktor yang harus
dibangun atau ditingkatkan kualitas hidupnya. Sedangkan sebagai subjek penduduk
merupakan faktor pelaku proses pembangunan. Di lihat dari sisi yang lain,
penduduk merupakan beban sekaligus potensi bagi suatu negara. Apabila suatu
negara pertumbuhan penduduknya sangat tinggi, ini merupakan masalah. Hal ini
dikarenakan kapasitas wilayah suatu Negara terbatas.
Indonesia
merupakan negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk cukup padat. Tidak
bisa di pungkiri bahwa laju pertumbuhan
penduduk Indonesia begitu pesat dan tidak bisa di hindari, meskipun
pemerintah telah melakukan upaya dan berbagai solusi serta berbagai semboyan
telah di tawarkan kepada masyarakat namun tetap saja laju pertumbuhan penduduk
tidak bisa terbantahkan. Meskipun solusi yang di tawarkan tidak sesuai dengan
harapan pemerintah, tapi setidaknya bisa mereduksi sebagian masalah yang ada. Penduduk
merupakan unsur penting dalam usaha untuk meningkatkan produksi dan
mengembangkan kegiatan ekonomi.
Ada
beberapa hal yang menyebabkan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia sulit
untuk dihindari, di antaranya:
1. peningkatan
angka kelahiran,
2. umur
panjang,
3. penurunan
angka kematian,
4. kurangnya
pendidikan, pengaruh budaya,
5. imigrasi
dan emigrasi.
Dari segi ekonomi,
pertumbuhan penduduk yang tinggi tetapi tidak diimbangi dengan lapangan
pekerjaan yang luas maka hal ini akan menimbulkan pengangguran di mana-mana dan
kemiskinan pun tercipta. Ini tentu saja akan mempengaruhi proses kehidupan di
bidang lainnya. Kebutuhan ekonomi yang tidak memadai juga dapat berpengaruh
pada tingkat pendidikan dan kesehatan seseorang. Bagaimana mau memperoleh
pendidikan dan kesehatan yang layak, jika untuk kebutuhan hidup sehari-haripun
mereka susah mendapatkannya. Tak hanya berhenti di situ saja, tingkat
kriminalitas pun akan meningkat. Orang dalam kondisi lapar akan berbuat apa
saja yang penting kebutuhannya bisa terpenuhi. Ujung dari pertumbuhan penduduk
yang tinggi itu adalah menimbulkan kerusakan lingkungan dengan segala dampak
yang menyertainya seperti menurunnya kualitas pemukiman dan lahan yang
ditelantarkan. Intinya, pertumbuhan penduduk yang tinggi berpotensi menimbulkan
kemiskinan dan menurunnya kesejahteraan rakyat, sampai menurunnya kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat menghambat perkembangan negara
Indonesia.
Sementara
itu jumlah penduduik indonesia disetiap provinsi menurut Badan Pusat Statistik
Laju pertumbuhan penduduk di gambarkan pada tabel dibawah ini.


Menurut
Badan Pusat Statistik jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang menghuni
Pulau Jawa termasuk Madura, jumlah penduduk terbanyak adalah propinsi Jawa
Barat sebanyak 43,02 juta, diikuti kemudian oleh Jawa Timut 37,48 juta, Jawa
Tengah 32,38 juta, Banten 10,64 juta, DKI Jakarta 9,59 juta dan DIY sebanyak
3,46 juta orang. Namun demikian angka laju pertumbuhan penduduk periode
2000-2010 ini yang tertinggi justru dicatat oleh Papua yaitu 5,39% dan terendah
propinsi Jawa Tengah sebesar 0,37%.

Gambar 1. Pertumbuhan Penduduk Indonesia. Suasana gedung perkantoran dan pemukiman padat penduduk di Jakarta

Gambar 2. Pemukiman padat penduduk terlihat di
beberapa lokasi
di Kota Semarang salah satunya di Pleburan

Gambar 3. Kepadatan penduduk yang mengakibatkan
kemacetan
di Ibu Kota
Perkembangan lingkungan
permukiman di daerah perkotaan tidak terlepas dari pesatnya laju pertumbuhan
penduduk baik karena faktor pertumbuhan penduduk secara alami serta proses
urbanisasi. Banyaknya pendatang dari luar kota yang jumlahnya banyak mendorong
laju pertumbuhan penduduk sehingga meningkatkan pemukiman padat penduduk.
Pemukiman
merupakan bagian dari lingkungan hidup yang digunakan sebagai tempat
tinggal dari sekelompok manusia yang saling
berinter - aksi serta berhubungan setiap hari dalam rangka untuk mewujudkan
masyarakat yang tenteram, aman dan damai. Permukiman adalah bagian dari
lingkungan hidup di luar kawasan lindung baik yang berupa kawasan perkotaan
maupun pedesaan yang berfungsi sebagai hunian dan tempat kegiatan yang
mendukung peri kehidupan dan penghidupan.
Pemukiman
adalah suatu struktur fisik dimana orang menggunakannya untuk tempat
berlindung, termasuk juga semua fasilitas dan pelayanan yang diperlukan,
perlengkapan yang berguna untuk kesehatan jasmani dan rokhani serta keadaan
sosialnya, baik untuk keluarga maupun individu.
Pemukiman
atau perumahan sangat berhubungan dengan kondisi ekonomi sosial, pendidikan,
tradisi atau kebiasaan, suku, geografi dan kondisi lokal. Selain itu lingkungan
perumahan atau pemukiman dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menentukan
kualitas lingkungan perumahan tersebut antara lain fasilitas pelayanan,
perlengkapan, peralatan yang dapat menunjang terselenggaranya kesehatan fisik,
kesehatan mental, kesehatan sosial bagi individu dan keluarganya.
Ciri-ciri permukiman kumuh
yang tampak pada citra adalah mempunyai pola tidak teratur, rapat tidak ada
jarak antar rumah, sebagian besar rumah beratapkan asbes atau seng dan sebagian
kecil beratapkan genteng. Pada citra tersebut, atap asbes terlihat sebagai
warna putih, sedangkan rumah yang beratapkan genteng terlihat berwarna oranye.
Hubungan
Pemukiman dan Kesehatan
Kondisi-
kondisi ekonomi, sosial, pendidikan, tradisi atau kebiasaan, suku, geografi
dan kondisi lokal sangat terkait dengan pemukiman atau perumahan. Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi atau yang dapat menentukan kualitas lingkungan
perumahan atau pemukiman
antara lain fasilitas pelayanan, perlengkapan, peralatan yang dapat
menunjang terselenggaranya keadaan fisik, kesehatan mental, kesejahteraan
sosial bagi individu dan keluarganya (dr. H. Haryoto Kusnoputranto, SKM). Penyehatan
lingkungan tempat pemukiman adalah segala upaya untuk meningkatkan dan
memelihara kesehatan tempat pemukiman beserta lingkungannya dan pengaruhnya
terhadap manusia.
Tujuan
dilaksanakan Kesehatan Lingkungan di Tempat Permukiman
Tujuan yang dilakukan
pada kesehatan lingkungan memiliki beberapa macam. Berikut ciri-cirnya:
1.
Penataan dan pemukiman yang memenuhi syarat
kesehatan.
Pemukiman sehat adalah suatu tempat untuk tinggal secara permanen,
berfungsi sebagai tempat untuk bermukim, beristirahat, berrekreasi dan sebagai
tempat berlindung dari pengaruh lingkungan yang memenuhi persyaratan
fisiologis, psikologis, bebas dari penularan penyakit dan kecelakaan. Satuan
Lingkungan Permukiman adalah kawasan perumahan dalam berbagai bentuk dan ukuran
dengan penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana lingkungan yang teratur.
2.
Terwujudnya suatu kondisi
perumahan yang layak huni dalam lingkungan yang sehat.
Ini artinya bahwa rumah di perumahan itu harus sehat, rumah yang
dapat menjadi tempat berlindung / bernaung dan beristirahat sehingga
menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani maupun sosial. Kondisi
perumahan yang layak huni artinya harus layak sebagai tempat hunian yag
dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Prasarana lingkungan adalah
kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman
dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sarana lingkungan adalah fasilitas
penunjang berfungsi untuk penyelenggaraan dan
pengembangan kehidupan ekonomi, social dan budaya.
3.
Mengurangi resiko
kebakaran, kecelakaan, penularan penyakit.
Dalam mengurngi resiko kebakaran, kecelakaan, penularan penyakit diperlukan
sara dan utilitas. Utilitas umum merupakan bangunan bangunan yang dibutuhkan
dalam sistem pelayanan lingkungan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah
atau swasta, Utilitas yang dimaksud adalah penyediaan yang menyangkut jaringan
air bersih, listrik, pembuangan sampah, telepon dan gas .
BPLHD Ibu Kota Jakarta, Jumlah penduduk DKI Jakarta pada tahun 2012 berdasarkan proyeksi penduduk sebanyak
9.932.063 jiwa, dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2011sebanyak
9.761.992 jiwa, telah terjadi peningkatan sebesar 170.071 jiwa atau naik
sebesar 1,74 persen. Perkembangan jumlah penduduk DKI Jakarta
selama empat dasawarsa (1961-1990) jumlah penduduk tumbuh dengan pesat dari 2,9 juta jiwa pada tahun
1961 menjadi 4,6 juta jiwa pada tahun 1971, atau laju pertumbuhan penduduk per
tahun nya sebesar 4,62 persen. Sepuluh tahun berikutnya, jumlah penduduk
bertambah lagi menjadi 6,5 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan 4,01 persen per
tahun. Tahun 1990, penduduk DKI Jakarta naik sekitar 1,7 juta jiwa, sehingga
jumlah penduduk menjadi 8,3 juta jiwa. Selama periode 1980-1990 laju
pertumbuhan penduduk sebesar 2,42 persen per tahun. Laju pertumbuhan pada
periode ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode sepuluh tahun
sebelumnya. Pada kurun waktu 1990-2000, pertambahan penduduk DKI Jakarta dapat
dikendalikan sehingga kenaikannya hanya sekitar 0,16 persen. Pada periode
2000-2010, laju pertumbuhan penduduk mengalami penurunan menjadi 1,43
persen per tahun, sedangkan pada tahun 2010-2012 menjadi 1,67 persen.
Jumlah penduduk DKI Jakarta sebanyak9.932.063juta pada tahun 2012 tersebut merupakan jumlah penduduk “malam
hari”.Keunikan jumlah penduduk DKI Jakarta adalah adanya perbedaan jumlah
penduduk pada malam hari dibandingkan dengan siang hari. Pada siang hari di
perkirakan mencapai sekitar 10,7 juta jiwa. Kondisi
ini di pengaruhi oleh penglaju (commuter) yaitu penduduk yang tinggal di
luar Wilayah DKI Jakarta tetapi melakukan aktivitas pada siang hari seperti
bekerja dan bersekolah di Wilayah DKI Jakarta.
Jumlah penduduk DKI Jakarta yang terus meningkat ini perlu dicermati
karena dapat menimbulkan permasalahan di berbagai bidang. Masalah yang
berkaitan erat dengan jumlah penduduk yang tinggi antara lain masalah
permukiman, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan ketenagakerjaan serta sanitasi lingkungan, dan salah satu masalah
yang muncul dan perlu di waspadai oleh Pemda DKI Jakarta adalah munculnya
permukiman-permukiman kumuh (slum area) di beberapa wilayah DKI Jakarta.

Gambar 4. Pemukiman padat
penduduk di pinggir kali yang
terlihat sangat kumuh

Gambar 5. Pemukiman padat
penduduk di pinggiran rel kereta

Gambar 6. Pemukiman
dipinggiran Kali Cipinang yang dipenuhi sampah rumah
tangga di kawasan
pemukiman Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur
OPINI:
Permasalahan diatas menjadi
tanggung jawab kita bersama untuk menjadikan pertumbuhan penduduk yang tinggi
ini sebagai suatu hal yang positif atau negatif bagi bangsa dan negara
Indonesia ke depannya. Jika ingin menekan pesatnya pertumbuhan penduduk, maka kita
dapat melakukan hal-hal, yang di antaranya: menggalakkan program Keluarga
Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan
massal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran, menunda masa
perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi, dan
sebagainya. Selain itu, kita dapat mengimbangi pertambahan penduduk dengan
cara: penambahan dan penciptaan lapangan kerja, meningkatkan kesadaran dan
pendidikan kependudukan, mengurangi kepadatan penduduk dengan program
transmigrasi, meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan, serta
cara-cara lainnya.
Perkembangan lingkungan
permukiman di daerah perkotaan tidak terlepas dari pesatnya laju pertumbuhan
penduduk baik karena faktor pertumbuhan penduduk secara alami serta proses
urbanisasi. Pertumbuhan penduduk dan terbatasnya lahan di daerah perkotaan
menyebabkan semakin berkembangnya rumah petak kecil yang diperjualbelikan dan
disewakan kepada para pendatang. Rumah-rumah petak kecil tersebut kemudian
berkembang menjadi kawasan padat dan kumuh yang disebut dengan kawasan kumuh
(slum area).
Untuk mewujudkan sebuah
pemukiman impian, bukan hanya menunggu kepedulian pemerintah setempat yang
selalu menunggu musibah datang baru bertindak. Namun yang dibutuhkan adalah
kepedulian masyarakat yang cerdas dalam menjaga kesehatan lingkungan
masing-masing. Kebersihan dan kreativitas masyarakat menjadi faktor utama dalam
mewujudkan kesehatan lingkungan pemukiman yang bersih, dan nyaman. Mengatasi
masalah kesehatan lingkungan pemukiman sangatlah tidak sulit. Jika kita mau
mengatasinya bersama-sama, hal-hal negatif yang diakibatkan oleh perilaku kita
dapat kita hindari sehingga terciptalah kesehatan lingkungan pemukiman. Agar
tercipta lingkungan yang sehat maka dibutuhkan syarat-syarat seperti
1.
Sistem drainase lingkungan yang baik: kawasan permukiman perkotaan, terutama
permukiman yang padat, biasanya tidak memiliki sistem saluran air yang baik.
Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat harus segera membuat secara gotong
royong, baik dana maupun tenaga untuk membuat sistem drainase.
2.
Pepohonan rindang di setiap rumah, Manfaat pohon
sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan lingkungan pemukiman, selain dapat
menyerap racun karbondioksida yang berbahaya bagi kesehatan, pohon pun bisa
menambah suasana asri.
3.
Sanitasi dan sumur resapan, sistem sanitasi yang baik adalah syarat terpenting
dari sebuah kesehatan lingkungan pemukiman yang layak huni. Dengan sistem
sanitasi yang bersih, masyarakat akan lebih tenang dan nyaman dalam melakukan
aktivitasnya. Sumur resapan memiliki fungsi unutk menjaga kualitas air tanah
dan mencegah terjadinya banjir, dan untuk mengalirkan air hujan agar tidak
menjadi genangan.
4.
Tempat pembuangan sampah, semakin padatnya penduduk, semakin banyaknya sampah
yang bertumpuk. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk
membuang sampah pada tempatnya. Setiap rumah diwajibkan mempunyai dua macam
tong sampah, satu unutk sampah organik dan satu untuk sampah nonorganik.
5.
Bangunan rumah dengan ventilasi yang baik, ciri rumah sehat adalah rumah yang
memiliki ventilasi yang baik sehingga pertukaran udara berjalan dengan lancar.
Jendela rumah minimal harus dibuka sehari sekali agar udara lembap dirumah dapat
diputar dengan udara diluar rumah. Inilah yang turut memengaruhi kesehatan
lingkungan pemukiman.
Referensi:
http://bplhd.jakarta.go.id/slhd2012/Docs/Lap_SLHD/Lap_3B.html.
www.wartawarga.gunadarma.ac.id
www.library.gunadarma.ac.id
www.wikipedia.com
Senin, 31 Maret 2014
Minim pelanggaran, setelah ditinggalkan
Dishub?

Sumber foto :
http://metro.sindonews.com/read/2014/03/31/31/849265/minim-pelanggaran-setelah-ditinggalkan-dishub
Sindonews.com - Dinas Perhubungan
(Dishub) DKI Jakarta kembali melakukan operasi lintas jaya tahap dua. Kali ini
kawasan yang menjadi lintasan operasi tersebut mulai dari Ragunan berakhir di
Jalan Hos Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar mengatakan, pihaknya menurunkan 250 personel untuk operasi lintas jaya itu. Personel tersebut merupakan gabungan dari setiap suku dinas perhubungan di lima wilayah. Operasi ini akan dilakukan selama dua minggu.
Adapun sasaran operasi yakni parkir liar, angkot yang ngetem sembarangan serta kendaraan yang masuk jalur bus Transjakarta. Dia mengatakan, 250 personel dari lima wilayah tersebut meninggalkan lokasi operasi sepanjang Jalan Dewi Sartika hingga Ancol.
"Kita melihat di kawasan Jalan Dewi Sartika hingga Ancol sudah minim pelanggaran, tapi kita tidak mengetahui setelah kita tinggalkan," ujarnya di Jakarta, Senin (31/3/2014).
Lebih lanjut Akbar menjelaskan, pola operasi ini mulai pukul 06.00-09.00 WIB, dilakukan operasi lintas jaya, selanjutnya pukul 09.00-16.00 WIB, 250 personel tersebut kembali ke wilayahnya masing-masing untuk melakukan tindakan terhadap pelanggaran. Selanjutnya pukul 16.00-20.00 petugas kembali melakukan operasi lintas Jaya.
Akbar mengaku, hanya ini yang bisa dilakukannya, mengingat keterbatasan jumlah personel, sehingga terkesan operasi yang dilakukan hanya tambal sulam.
"Memang personel terbatas, tapi yang penting ada upaya untuk menertibkan," tuturnya.
Akbar berharap, masyarakat ibu kota bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Jika memang jalur biasa macet, maka sebaiknya gunakan bus Transjakarta.
Tidak hanya itu dirinya mengimbau, agar alat elektronik bisa cepat direalisasikan, dengan demikian siapapun akan mendapat sanksi jika melanggar. Dan petugas Dinas Perhubungan tidak perlu turun ke Jalan.
"Target kita melakukan operasi lintas jaya adalah untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam berlalu-lintas," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, ada beberapa titik kemacetan seperti di pertigaan Mangga Besar Pasar Minggu, dimana selain ada pertigaan, tidak jauh dari pertigaan ada U Turn, sehingga kerap terjadi penumpukan.
Kemudian di depan Pejaten Vilage. Di sini kerap terjadi kemacetan lantaran tidak jarang Metromoni S 75 dengan rute Blok M Pasar Minggu, itu mengetam.
Titik lain yang menjadi penyebab kemacetan adalah jalan Buncit Raya, tepatnya di depan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Pada hari biasa banyak kendaraan yang menggunakan satu jalur untuk parkir. Ditambah keluar masuknya kendaraan yang hendak masuk ke kantor Imigrasi.
Selanjutnya titik kemacetan berada di depan Menteng Huis, dimana banyak kendaraan yang hendak ke Taman Menteng memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar mengatakan, pihaknya menurunkan 250 personel untuk operasi lintas jaya itu. Personel tersebut merupakan gabungan dari setiap suku dinas perhubungan di lima wilayah. Operasi ini akan dilakukan selama dua minggu.
Adapun sasaran operasi yakni parkir liar, angkot yang ngetem sembarangan serta kendaraan yang masuk jalur bus Transjakarta. Dia mengatakan, 250 personel dari lima wilayah tersebut meninggalkan lokasi operasi sepanjang Jalan Dewi Sartika hingga Ancol.
"Kita melihat di kawasan Jalan Dewi Sartika hingga Ancol sudah minim pelanggaran, tapi kita tidak mengetahui setelah kita tinggalkan," ujarnya di Jakarta, Senin (31/3/2014).
Lebih lanjut Akbar menjelaskan, pola operasi ini mulai pukul 06.00-09.00 WIB, dilakukan operasi lintas jaya, selanjutnya pukul 09.00-16.00 WIB, 250 personel tersebut kembali ke wilayahnya masing-masing untuk melakukan tindakan terhadap pelanggaran. Selanjutnya pukul 16.00-20.00 petugas kembali melakukan operasi lintas Jaya.
Akbar mengaku, hanya ini yang bisa dilakukannya, mengingat keterbatasan jumlah personel, sehingga terkesan operasi yang dilakukan hanya tambal sulam.
"Memang personel terbatas, tapi yang penting ada upaya untuk menertibkan," tuturnya.
Akbar berharap, masyarakat ibu kota bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Jika memang jalur biasa macet, maka sebaiknya gunakan bus Transjakarta.
Tidak hanya itu dirinya mengimbau, agar alat elektronik bisa cepat direalisasikan, dengan demikian siapapun akan mendapat sanksi jika melanggar. Dan petugas Dinas Perhubungan tidak perlu turun ke Jalan.
"Target kita melakukan operasi lintas jaya adalah untuk mengubah pola pikir masyarakat dalam berlalu-lintas," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, ada beberapa titik kemacetan seperti di pertigaan Mangga Besar Pasar Minggu, dimana selain ada pertigaan, tidak jauh dari pertigaan ada U Turn, sehingga kerap terjadi penumpukan.
Kemudian di depan Pejaten Vilage. Di sini kerap terjadi kemacetan lantaran tidak jarang Metromoni S 75 dengan rute Blok M Pasar Minggu, itu mengetam.
Titik lain yang menjadi penyebab kemacetan adalah jalan Buncit Raya, tepatnya di depan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Pada hari biasa banyak kendaraan yang menggunakan satu jalur untuk parkir. Ditambah keluar masuknya kendaraan yang hendak masuk ke kantor Imigrasi.
Selanjutnya titik kemacetan berada di depan Menteng Huis, dimana banyak kendaraan yang hendak ke Taman Menteng memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.
Sumber berita : http://metro.sindonews.com/read/2014/03/31/31/849265/minim-pelanggaran-setelah-ditinggalkan-dishub
OPINI
Sebenarnya
mau ada petugas atau tidak, pengendara atau pengguna jalan seharusnya memiliki
kesadaran untuk mematuhi lalu lintas. Seringkali pengendara melanggar lalu
lintas dikarenakan urusan pribadi saja. Dampak yang dihadapi dari kemacetan ini
pun sangat beragam, mulai dari telat masuk kantor, telat masuk sekolah atau
telat sampai tempat tujuan, boros bbm, bahkan tak jarang ada yang emosi sesama
pengguna jalan. Biasanya hal tersebut disebabkan kurangnya toleransi sesama
pengguna jalan atau terburu-buru dengan kepentingan masing-masing, sehingga
mereka saling serobot untuk mendapat jalan lebih dulu tanpa memikirkan akibat
dari perilaku berkendara mereka yang sangat tidak disiplin bahkan dapat
membahayakan keselamatan jiwa mereka dan orang disekitar mereka. Untuk berhenti
di lampu merah saja mereka tidak berada pada posisi yang seharusnya yaitu di
belakang garis sebelum zebra cross atau lebih dikenal dengan RHK (ruang henti
kendaraan), cenderung pengendara sepeda motor berhenti di depan zebra cross
atau berada di zona khusus sehingga menyulitkan para pejalan kaki saat ingin
menyebrang jalan dan menyulitkan kendaraan dari arah lain untuk belok arah,
karena tindakan mereka tersebut sudah mempersempit lajur kendaraan lain yang
ingin melintas. Juga sebelum lampu hijau menyalah, para pengendara cenderung
sudah jalan terlebih dulu dimana tindakan tersebut dapat menyebabkan terjadinya
kecelakaan. Tak beda dengan angkutan umum yang sering berhenti tidak pada
tempat yang seharusnya halte, mereka kerap menurunkan dan menaikan penumpang
disembarang tempat, tak peduli tindakan mereka tersebut juga merupakan penyebab
dari kemacetan di jalan.
Kembali ke
artikel mengenai petugas yang menertibkan lalu lintas. Ketegasan petugas
polantas saat bertugas sangat penting dan dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan
di Ibukota ini. Polantas harus berani menindak semua pengendara yang tidak
disiplin dalam berlalu lintas. Tidak boleh pilih - pilih dalam menindak
pengendara yang berkendara seenaknya saja, yang dapat menyebabkan kemacetan
bahkan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dalam berlalu lintas. Biasanya
petugas tidak akan menindak pengendara motor besar atau kendaraan yang memiliki
komunitas (vespa contohnya). Hal ini dikarenakan petugas tidak ingin repot
berurusan dengan mereka. Petugas polantas wajib menindak tegas perilaku
berkendara mereka dengan memberikan arahan dalam berlalu lintas yang baik dan
benar atau kalau perlu dengan memberikan surat tilang. Hal ini dimaksudkan agar
memberi efek jera terhadap pengendara dan mereka bisa berkendara dengan
disiplin mengikuti peraturan dan rambu – rambu lalu lintas yang ada. Petugas
jangan mau disuap dengan diberi uang oleh para pengendara atas tindakan tidak
disiplin mereka dalam berlalu lintas. Berapapun volume petugas, yang penting
petugas tegas dalam mengamankan dan menertibkan lalu lintas maka nantinya akan
bisa menjadi kebiasaan baik bagi masyarakat untuk selalu tertib dalam berlalu
lintas.
Langganan:
Postingan (Atom)


