JUDUL PERANCANGAN WARUNG INTERNET
DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (STUDI KASUS WARUNG INTERNET
PRABU.NET)
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Seiring dengan perkembangan teknologi,
realitas kebijakan pemerintah maupun perubahan ekonomi seperti sekarang ini
banyak perusahaan sejenis yang harus bersaing secara ketat. Dengan semakin
banyak persaingan yang semakin lama semakin komplek dan ketat dalam dunia
bisnis, maka perusahaan harus mampu mengatasi mengantisipasi dengan
ancaman-ancaman pesaing, menutup kelemahan-kelemahan perusahaan dan
memanfaatkan peluang-peluang dengan kekuatan yang ada. Disamping itu juga harus
dapat menganalisis industri sebagai salah satu keseluruhan yang dapat
mengetahui evolusi masa depan industri, memahami pesaing dan posisinya serta
dapat menerjemahkan kedalam strategi yang tepat untuk mengatasi dan memenangkan
persaingan.
Bisnis Internet semakin berkembang seiring dengan kemajuan
sarana dan prasarana teknologi informasi. Di kota-kota besar warung internet
terus tumbuh bak jamur dimusim hujan. Bagi masyarakat perkotaan, kebutuhan
informasi instan sudah menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa ditawar lagi
mulai dari pendidikan sampai bisnis membutuhkan akses informasi yang cepat dan
hal tersebut bisa dipenuhi melalui teknologi internet. Dari anak-anak hingga
orang dewasa dan dari kota sampai desa, internet merupakan fenomena di abad
baru yang sangat cepat. Karena tingkat kebutuhan yang semakin besar maka
pasarpun semakin terbuka luas. Hal ini juga didukung dengan semakin besarnya
tingkat kebutuhan masyarakat terutama kalangan remaja terhadap internet sebagai
media penghilang kejenuhan setelah beraktifitas sepanjang hari dan sebagai
media pencari berbagai informasi.
Warung internet merupakan alternatif masyarakat dalam
memenuhi kebutuhan akan informasi, dimana dengan adanya warung internet
masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah dan cepat. Salah satu usaha
warung internet yang telah berdiri di daerah bekasi utara adalah warung
internet Prabu.Net. Dengan berjalannya waktu dan dengan semakin banyaknya usaha
warung internet sejenis menyebabkan konsumen memiliki banyak pilihan terhadap
warung internet yang akan dipilihnya dalam mengakses internet. Untuk
menghasilkan warung internet yang kompetiitf perlu dilakukan desain atau
perancangan sistem usaha, proses perancangan dimulai dengan identifikasi
mengenai keinginan konsumen akan jasa warung internet yang dihasilkan. Dipihak
lain kemampuan perusahaan merupakan pembatas dalam memenuhi keinginan pelanggan
tersebut sehingga perlu dilakukan penentuan priorotas dalam proses perancangan
salah satu usaha jasa warung internet adalah warung internet Prabu. Net, warung
internet ini terletak didaerah bekasi utara dimana lokasi pembuatan usaha
warung internet Prabu.Net ini terletak didaerah pemukiman warga. Mayoritas
pengguna adalah masyarakat sekitar baik dari kalangan pelajar sekolah,
mahasiswa, dan penduduk setempat. Warung internet Prabu.Net baru berdiri pada
tahun 2009. Fasilitas yang ada pada Warung internet Prabu. Net meliputi lahan
parkiran, komputer untuk mengakses internet, Toilet, kipas angin, dan kotak
minuman. Suatu perancangan akan produk usaha warung internet diperlukan untuk
mengidentifikasi kebutuhan konsumen agar warung internet Prabu.Net dapat
memenuhi keinginan pelanggan dalam menggunakan warung internet.
Salah satu metode untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen tersebut akan kualitas pelayanan warung internet adalah Quality Funtion Deployment (QFD). Menurut Cohen (1995), QFD (Quality Function Deployment) adalah suatu metode untuk perencanaan dan pengembangan produk yang terstruktur yang memungkinkan team pengembangan untuk menentukan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan jelas, dan kemudian mengevaluasi produk atau melayani dengan kemampuan yang secara sistematik dalam pemenuhan keinginan pelanggan tersebut.
1.2 Identifikasi Masalah
Salah satu metode untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen tersebut akan kualitas pelayanan warung internet adalah Quality Funtion Deployment (QFD). Menurut Cohen (1995), QFD (Quality Function Deployment) adalah suatu metode untuk perencanaan dan pengembangan produk yang terstruktur yang memungkinkan team pengembangan untuk menentukan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan jelas, dan kemudian mengevaluasi produk atau melayani dengan kemampuan yang secara sistematik dalam pemenuhan keinginan pelanggan tersebut.
1.2 Identifikasi Masalah
Persaingan merupakan suatu faktor penting dalam suatu
pembuatan produk dalam hal ini produk jasa warung internet, dimana produk yang
dapat bersaing dengan produk sejenis merupakan produk yang berkualitas baik dan
sesuai dengan keinginan konsumen. Identifikasi kebutuhan konsumen meupakan
salah satu faktor penting dalam melakukan perancangan desain produk, dimana
metode Quality Function Deployment (QFD) merupakan metode yang dapat
mengidentifikasikan kebutuhan konsumen akan produk yang dihasilkan. Dalam usaha
warung internet banyak faktor yang mempengaruhi warung internet tersebut sesuai
dengan kebutuhan konsumen atau tidak. Faktor tersebut akan menentukan warung
internet yang dihasilkan agar sesuai dengan kebutuhan konsumen.
1.3 Pembatasan Masalah
Agar tidak menyimpang dari pemasalahan yang ada maka penulis
alan membatasi ruang lingkup penelitian ini sebagai berikut :
1. Penelitian dilakukan terhadap pengguna warung
internet Prabu.Net yang telah mengunakan warung internet sejenis dan juga
pengembang warung internet Prabu.Net.
2. Data keinginan pelanggan didapatkan berdasarkan penyebaran kuisioner yang dilakukan oleh peneliti kepada konsumen dan pengembang warung internet Prabu.Net.
3. Perancangan usaha warung internet Duta dilakukan dengan metode Quality Function Deployment (QFD, dimana perancangan dilakukan dengan melakukan Identifikasi keinginan pelanggan yang merupakan fase awal (fase desain) dalam metode QFD. Penentuaan keinginan mengunakan matriks rumah kualitas pertama (House Of Quality 1) dalam metode QFD.
1.4 Tujuan Penelitian
2. Data keinginan pelanggan didapatkan berdasarkan penyebaran kuisioner yang dilakukan oleh peneliti kepada konsumen dan pengembang warung internet Prabu.Net.
3. Perancangan usaha warung internet Duta dilakukan dengan metode Quality Function Deployment (QFD, dimana perancangan dilakukan dengan melakukan Identifikasi keinginan pelanggan yang merupakan fase awal (fase desain) dalam metode QFD. Penentuaan keinginan mengunakan matriks rumah kualitas pertama (House Of Quality 1) dalam metode QFD.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi keinginan pelanggan dan karakteristik teknis produk untuk usaha warung internet Prabu.Net.
1. Mengidentifikasi keinginan pelanggan dan karakteristik teknis produk untuk usaha warung internet Prabu.Net.
2.
Menentukan tingkat prioritas pelanggan berdasarkan bobot kepentingan pada
karakteristik atribut produk yang dimiliki warung internet Prabu.Net sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.
3.
Menentukan posisi kualitas produk warung internet Prabu.Net dibandingkan kompetitornya.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Sejarah dan definisi QFD
QFD dikembangkan di Jepang dalam akhir tahun 1960 oleh Profesor Shigeru Mizuno dan Yoji Akao. Pada waktu itu, pengendalian kualitas statistik, yangdiperkenalkan setelah perang dunia ke II, telah berakar dalam industri manufakturing Jepang, dan aktivitasnya dengan cepat diintegrasikan dengan pengajar dari tokoh pendidikan seperti Dr. Juran, Dr. Kaoru Ishikawa, dan Dr. Feigenbaum yang menekankan pentingnya pembuatan pengendalian kualitas sebuah part dari manajemen bisnis, yang akhirnya dikenal sebagai TQC dan TQM. Tujuan dari Profesor Mizuno dan Akao adalah untuk mengembangkan suatu metode jaminan kualitas yang akan mendisain kepuasan konsumen ke dalam sebuah produk sebelum dibuat. Prioritas metode pengendalian kualitas adalah dicapainya tujuan utama pada perbaikan masalah selama atau setelah proses manifakturing. Aplikasi dalam skala luas pertama kali ditunjukkan pada tahun 1966 oleh Kiyotaka Oshiumi of Bridgestone Tire di Jepang, yang menggunakan diagram tulang ikan dalam menjamin proses terhadap item untuk mengidentifikasi keperluan masing-masing pelanggan (efek) dan untuk mengidentifikasi penggantian disain dari karakteristik kualitas dan faktor proses (penyebab) dibutuhkan untuk mengontrol dan menjaminnya, (Cohen, 1995).
Dalam tahun 1972, dengan aplikasi dari QFD untuk mendisain kapal tangki minyak di galangan kapal Kobe pada Industri berat mitsubishi, diagram tulang ikan susah dikembangkan. Sejak pengaruh bagian penyebab yang banyak tersebut, tulang ikan dapat digubah lagi ke dalam suatu lembaran kertas atau format matrik denganbaris sebagai pengaruh keinginan dari kepuasaan konsumen dan kolom sebagai pengontrol dan penyebab tindakan .Dalam waktu yang sama, Katsuyoshi ishirara memperkenalkan pemakai prinsip nilai enjinering untuk menggambarkan bagaimana suatu produk dan komponen bekerja. Dia memperluas ini untuk menggambarkan fungsi bisnis yang penting untuk meyakinkan kualitas dari pendisainan prosesnya. Menggabungkan dengan ide baru ini, QFD akhirnya menjadi sistem desain kualitas yang luas untuk produk dan proses bisnis.Pengenalan QFD ke Amerika dan Eropa dimulai pada tahun 1983 ketika the American society for quality control mempublikasikan Akao’s bekerja dalam Quality progress and Cambridge research ( hari ini dikenal sebagai Kaizen institute)mengundang Akao untuk memberikan seminar QFD di Chicago. Seminar inidisponsori oleh Bob king dan GOAL / QPC di Boston (Cohen, 1995).
QFD (Quality Function Deployment) adalah suatu metode untuk
perencanaan dan pengembangan produk yang terstruktur yang memungkinkan team
pengembangan untuk menentukan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan jelas,
dan kemudian mengevaluasi produk atau melayani dengan kemampuan yang secara
sistematik dalam pemenuhan keinginan pelanggan tersebut, (Cohen, 1995). Quality
function deployment merupakan suatu tindakan untuk mendesain proses terhadap
tanggapan kebutuhan dan harapan pelanggan. QFD menterjemahkan apa yang menjadi
keinginan konsumen. Hal ini memungkinkan organisasi/perusahaan untuk
memperioritaskan kebutuhan pelanggan, menemukan tanggapan inovatif atas
kebutuhan tersebut, dan meningkatkan proses sehingga tercapai efektivitas
maksimum.
2.2 Manfaat QFD
2.2 Manfaat QFD
Menurut Cohen (1995), manfaat utama yang diperoleh dari
penerapan QFD yaitu:
1. Rancangan produk dan jasa baru fokus pada kebutuhan pelanggan karena kebutuhan pelanggan tersebut sudah lebih dipahami.
1. Rancangan produk dan jasa baru fokus pada kebutuhan pelanggan karena kebutuhan pelanggan tersebut sudah lebih dipahami.
2.
Kegiatan desain dapat lebih diutamakan dan dipusatkan pada kebutuhan pelangggan.
3. Dapat menganalisis kinerja produk/jasa perusahaan terhadap pesaing utama dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan utama pula.
3. Dapat menganalisis kinerja produk/jasa perusahaan terhadap pesaing utama dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan utama pula.
4. Dapat
memfokuskan pada upaya rancangan sehingga akan mengurangi waktu untuk perubahan
rancangan secara keseluruhan sehingga akan mengurangi waktu pemasaran produk
baru.
5. Dapat mengurangi frekuensi perubahan suatu desain setelah dikeluarkan dengan memfokuskan pada tahap perencanaan sehingga akan mengurangi biaya untuk memperkenalkan desain baru.
6. Dapat mendorong terselenggaranya tim kerja antar departemen.
7. Dapat menyediakan cara untuk membuat dokumentasi proses dan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan.
5. Dapat mengurangi frekuensi perubahan suatu desain setelah dikeluarkan dengan memfokuskan pada tahap perencanaan sehingga akan mengurangi biaya untuk memperkenalkan desain baru.
6. Dapat mendorong terselenggaranya tim kerja antar departemen.
7. Dapat menyediakan cara untuk membuat dokumentasi proses dan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan.
2.3 LAPORAN
Laporan pelaksanaan penelitian Tugas Akhir akan disusun dalam
bentuk laporan tertulis selama kegiatan tersebut berlangsung. Laporan akan
dibuat setiap minggunya dan akan dinilai oleh dosen pembimbing.
2.4 DIAGRAM ALIR PENELITIAN
2.4 DIAGRAM ALIR PENELITIAN
Diagram alir penelitian merupakan aliran penelitian yang akan
dilakukan penulis unuk membuat tugas akhir ini, berikut ini adalah diagram alir
penelitian yang digunakan. Penjelasan Diagram alir Penelitian Identifikasi,
merupakan tahapan awal penentuan masalah yang akan dibahas dimana masalah yang
dihadapi adalah mendesain suatu fasilitas fisik warung internet sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan pelanggan. Desain dilakukan dengan menggunakan metode
QFD (Quality Function Deployment) dengan mengidetifikasikan kebutuhan terhadap
usaha jasa warung internet sesuai dengan keinginan pelanggan. Dalam melakukan indentifikasi
masalah ditunjang dengan adanya tinjauan teoritis baik tentang metode quality
function deployment maupun tentang usaha jasa warung internet.
Setelah tahapan identifikasi masalah yang ditunjang dengan adanya inajuan teoritis, maka langkah selajutnya adalah penentuan tujuan, dimana tujuan penelitian ini secara umum adalah mendesain usaha jasa warung internet Duta sesuai kebutuhan konsumen, sedangkan tujuan penelitian secara khusus adalah :
Setelah tahapan identifikasi masalah yang ditunjang dengan adanya inajuan teoritis, maka langkah selajutnya adalah penentuan tujuan, dimana tujuan penelitian ini secara umum adalah mendesain usaha jasa warung internet Duta sesuai kebutuhan konsumen, sedangkan tujuan penelitian secara khusus adalah :
1.
Mengidentifikasi keinginan pelanggan dan karakteristik eknis untuk warung
internet Prabu.Net
2.
Menentukan tingkat prioritas pelanggan berdasarkan bobot kepentingan pada
karakteristik yang dimiliki warung internet Prabu.Net sesuai dengan keinginan
dan kebutuhan konsumen.
3.
Menentukan posisi warung internet Prabu.Net dibandingkan kompetitornya
Tahapan selanjutnya adalah tahapan penelitian pendahuluan, dimana pada tahapa ini terdiri dari 2 kegiatan yakni penentuan jumlah sampel pada penelitian pendahuluan dan penyusunan kuisioner pendahuluan. Pada penentuan jumlah sample teknik yang digunakan adalah non probability sampling. Sedangkan metode yang digunakannya yaitu judgement sampling dimana penarikan sampel ini didasarkan hanya kepada responden yang telah menggunakan jasa warung internet Duta, dimana keputusan sampel yang diambil ini didasarkan oleh kebijakan peneliti. Jumlah sampel yang diambil didasarkan pada teknik penarikan contoh pendugaan karena jumlah populasi yang ada tidak diketahui dan tidak ada penelitian yang sama sebelumnya. Tingkat ketelitian yang digunakan adalah 10% dengan tingkat kepercayaan sebesar 90%, Pada tahapan penyusunan dan penyebaran kuisioner penelitian utama dilakukan terhadap 2 jenis responden yanki konsumen pengguna jasa warung internet dan pengembang jasa warung internet Prabu.Net. Dimana pada responden pengguna warung internet, terdapat 2 bagian kuisioner yakni utnuk mengetahui hubungan antara variabel teknis dan atribut, untuk mengetahui tingkat kepentingan (Bobot) dari tiap kebutuhan konsumen dan untuk mengetahui posisi warung internet Prabu.Net dibandingkan dengan kompetitor pesaingnya. Sedangkan untuk responden pengembang warung jasa internet Prabu.Net dilakukan dengan memberikan kuisioner dan wawancara, dimana pada tahapan ini akan diketahui kondisi usaha jasa warung internet Prabu.Net saat ini dan target yang ingin dicapai, tingkat kesulitan pemenuhan karakteristik teknis usaha jasa warung internet Prabu.Net dan penilaian karakteristik usaha jasa warung internet Prabu.Net dengan warung internet pesaingnya.
Setelah dilakukan penyusunan kuisioner penelitian utama, langkah selanjutnya adalah melakukan penyebaran kuisioner penelitian utama, jika data telah didapatkan dari penelitian utama makan dapat ketahapan selanjutnya, tetapi jika tidak maka kembali melakukan penyebaran kusioner penelitian kembali
Tahapan selanjutnya adalah uji validitas dan realibilitas terhadap jawaban kuisioner yang didapatkan. Uji validitas bertujuan untuk mengukur sejauh mana kusioner ini dapat mengukur apa yang diukur, sedangkan uji realibillitas bertujuan untuk menunjukkan sejauh mana jawaban dari kuisioner tersebut konsisten pada waktu yang berbeda. Kedua pengujian ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS 10.0 for windows.
Tahapan selanjutnya adalah tahapan penelitian pendahuluan, dimana pada tahapa ini terdiri dari 2 kegiatan yakni penentuan jumlah sampel pada penelitian pendahuluan dan penyusunan kuisioner pendahuluan. Pada penentuan jumlah sample teknik yang digunakan adalah non probability sampling. Sedangkan metode yang digunakannya yaitu judgement sampling dimana penarikan sampel ini didasarkan hanya kepada responden yang telah menggunakan jasa warung internet Duta, dimana keputusan sampel yang diambil ini didasarkan oleh kebijakan peneliti. Jumlah sampel yang diambil didasarkan pada teknik penarikan contoh pendugaan karena jumlah populasi yang ada tidak diketahui dan tidak ada penelitian yang sama sebelumnya. Tingkat ketelitian yang digunakan adalah 10% dengan tingkat kepercayaan sebesar 90%, Pada tahapan penyusunan dan penyebaran kuisioner penelitian utama dilakukan terhadap 2 jenis responden yanki konsumen pengguna jasa warung internet dan pengembang jasa warung internet Prabu.Net. Dimana pada responden pengguna warung internet, terdapat 2 bagian kuisioner yakni utnuk mengetahui hubungan antara variabel teknis dan atribut, untuk mengetahui tingkat kepentingan (Bobot) dari tiap kebutuhan konsumen dan untuk mengetahui posisi warung internet Prabu.Net dibandingkan dengan kompetitor pesaingnya. Sedangkan untuk responden pengembang warung jasa internet Prabu.Net dilakukan dengan memberikan kuisioner dan wawancara, dimana pada tahapan ini akan diketahui kondisi usaha jasa warung internet Prabu.Net saat ini dan target yang ingin dicapai, tingkat kesulitan pemenuhan karakteristik teknis usaha jasa warung internet Prabu.Net dan penilaian karakteristik usaha jasa warung internet Prabu.Net dengan warung internet pesaingnya.
Setelah dilakukan penyusunan kuisioner penelitian utama, langkah selanjutnya adalah melakukan penyebaran kuisioner penelitian utama, jika data telah didapatkan dari penelitian utama makan dapat ketahapan selanjutnya, tetapi jika tidak maka kembali melakukan penyebaran kusioner penelitian kembali
Tahapan selanjutnya adalah uji validitas dan realibilitas terhadap jawaban kuisioner yang didapatkan. Uji validitas bertujuan untuk mengukur sejauh mana kusioner ini dapat mengukur apa yang diukur, sedangkan uji realibillitas bertujuan untuk menunjukkan sejauh mana jawaban dari kuisioner tersebut konsisten pada waktu yang berbeda. Kedua pengujian ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS 10.0 for windows.
Apabila pengujian dilakukan telah selesai dan data hasil
jawaban valid dan realible, maka dapat ke tahap selanjutnya, tetapi jika tidak
maka kembali melakukan penyebaran kuisioner penelitian. Setelah
data-data terkumpul maka langkah selanjutnya adalah pengolahan data dengan
mengunakan metode QFD, dimana data yang telah didapatkan berupa karakteristik
atribut maupun teknis dari jasa warung internet Prabu.Net, tingkat prioritas
kepentingan dalam pertimbangan memilih jasa warung internet Prabu.Net dan
psosisi warung internet Prabu.Net dibandingkan kompetitor warung internet
pesaing. Sedangkan data yang didapatkan yang berasal dari pengembang warung
internet Prabu.Net adalah kondisi usaha jasa warung internet Prabu.Net saat ini
dan target yang ingin dicapai, tingkat kesulitan pemenuhan karakteristik teknis
jasa usaha warung internet Prabu.Net dan usaha jasa warung internet Prabu.Net
dengan warung internet pesaingnya.
Setelah data didapatkan baik dari penelitian pendahuluan
maupun penelitian utama. Langkah pengolahan data selanjutnya adalah pembentukan
rumah kualitas, dimana rumah kualitas terdapat suara konsumen (whats),
kebutuhan teknis (hows), dan importance rating (rata-rata tingkat kepentingan).
Pada langkah pertama dalam penyusunan rumah kualitas adalah pembenukan
submatriks ruang 1 (whats), dimana dalam ruang ini mengandung atribut, atribut
Warung Internet yang dibuuhkan konsumen beserta tingkat kepentingannya.Langkah
kedua adalah pembentukan submatriks ruang II (hows), dimana pada ruang ini
berisi karateristik teknis yang merupakan penterjemahan dari kebutuhan konsumen
agar produk dapat dibentuk secara langsung. Dimana penetuan karateristik teknis
ini berdasarkan para ahli dan literature yang ada.
Setelah
karakterisik teknis dan atribut telah didapatkan maka langkah selanjutnya
adalah penentuan submartiks hubungan (relationship), dimana pada ruang ini
dilakukan pembentukan hubungan antara variabel atribut dan variabel teknis,
dimana hubungan yang terjadi adalah kuat, sedang dan lemah yang diterjemahkan
kedalam simbol dan angka. Langkah selanjutnya adalah pembentukan sub matriks
korelasi, dimana pada ruang ini dilakukan pembentukan hubungan, baik antar
variabel teknis hows (top roof), maupun antar variabel atribut what (side
roof). Setelah diketahui hubungan antar semua variabel yang ada, maka langkah
selanjutnya adalah menentukan posisi produk yang dihasilkan dengan produk
pesaing, dimana posisi produk dengan produk pesaing ditentukan berdasarkan tingkat
kepuasan pengguna jasa warung internet. Langkah terakhir adalah penentuan
target yang ingin dicapai dan yang harus diperbaiki berdasarkan karakteristik
teknis yang telah ada berdasrkan wawancara dan kuisioner dengan pengembang jasa
warung internet Prabu.Net.
Setelah dilakukan pembuatan rumah kualitas maka tahapan
selanjutnya adalah melakukan analisa terhadap hasil pengolahan data yang telah
didapatkan, dimana analisa bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi
pengelola warung internet dalam hal ini pembuatan usaha jasa warung internet
sesuai dengan kebutuhan konsumen berdasarkan target yang ingin dicapai oleh
pengembang jasa warung internet. Setelah dilakukan analisa terhadap masalah yang ada,
maka didapat kesimpulan yang akan menjawab tujuan dari penelitian, serta
saran-saran untuk peningkatan usaha jasa warung internet Prabu.Net.
Daftar
Pustaka:
www.google.com
www.staff.UNY.ac.id
www.wikipedia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar